Suhardiman
Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:56 WIB
Perjuangan Tim Indosat Pulihkan Jaringan Saat Banjir Landa Aceh Tamiang. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Bencana banjir Aceh Tamiang melumpuhkan infrastruktur, mendorong tim IOH memulihkan jaringan telekomunikasi vital.
  • Prioritas utama pemulihan adalah site Big Hub (KRB 0012) Kuala Simpang karena mengendalikan 12 BTS lain.
  • Jaringan di site vital tersebut berhasil dipulihkan dalam waktu 8 hari meskipun terkendala kabel fiber optik terputus.

SuaraSumut.id - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan sejumlah infrastruktur vital, termasuk jaringan telekomunikasi.

Dalam situasi darurat seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga melakukan koordinasi bantuan.

Di tengah kondisi yang penuh tantangan tersebut, tim teknis Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bekerja tanpa henti untuk memulihkan jaringan telekomunikasi yang terdampak. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran krusial saat bencana terjadi.

Banjir menyebabkan beberapa Base Transceiver Station (BTS) terdampak. Tingginya genangan air membuat suplai listrik terganggu serta menyulitkan akses teknisi menuju lokasi perangkat jaringan.

Di balik pulihnya jaringan telekomunikasi pasca-banjir, terdapat perjuangan besar dari tim teknologi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Fokus utama mereka saat itu adalah menghidupkan kembali "si kepala", yakni site kategori Big Hub yang berfungsi sebagai pusat kendali jaringan di wilayah tersebut.

Agus Sulistio selaku EVP - Head of Circle Sumatra menjelaskan bahwa site KRB 0012 di Kuala Simpang menjadi titik vital karena berperan sebagai Big Hub yang mengendalikan 12 site BTS lainnya.

"Prioritas utama kami saat bencana adalah menghidupkan 'kepalanya' dulu. Jika Big Hub ini hidup, maka 12 situs 'anakan' yang bergantung padanya akan ikut menyala," kata Agus saat meninjau lokasi BTS Kuala Simpang, dalam rangkaian Ekspedisi Jaringan Andal, Kamis 5 Maret 2026.

Tantangan Memperbaiki Kabel Fiber di Tengah Banjir

Meski site KRB 0012 tidak terendam langsung oleh banjir, proses pemulihan tetap menghadapi kendala besar. Salah satu tantangan terbesar adalah terputusnya kabel fiber optik. Dalam kondisi wilayah yang masih tergenang air, proses identifikasi titik putus kabel menjadi sangat sulit.

Tim teknis pun harus turun langsung ke lapangan bersama berbagai mitra strategis untuk melakukan perbaikan jaringan.

“Kendalanya adalah fiber kita putus. Dalam kondisi banjir, sangat sulit mengidentifikasi titik kerusakan. Namun karena komunikasi warga sangat penting, kami bersama tim MSW, MSOS, TLP, dan FLP langsung turun ke lokasi,” ujarnya.

Jaringan Pulih Dalam 8 Hari

Berkat kerja keras tim teknis dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, jaringan di site KRB 0012 dapat dipulihkan dalam waktu 8 hari. Proses pemulihan ini bahkan menjadi salah satu yang tercepat di jaringan Indosat Ooredoo Hutchison pascabencana.

Pemulihan Big Hub ini berdampak besar karena satu site tersebut mampu melayani sekitar 800 pelanggan, belum termasuk ribuan pelanggan lain melalui 12 site anakannya.

Load More