- Seorang nenek di Aceh Tamiang kini memiliki rumah yang dibangun kembali setelah tiga bulan terdampak banjir bandang.
- Banjir bandang pada akhir November tahun lalu menyebabkan rumah dan seluruh harta benda nenek tersebut hilang tersapu air.
- Nenek tersebut menyampaikan terima kasih dan mendoakan kesehatan serta umur panjang untuk Presiden Prabowo Subianto.
SuaraSumut.id - Tiga bulan setelah banjir bandang menghanyutkan rumah dan seluruh harta bendanya, seorang nenek di Aceh Tamiang kini kembali tersenyum. Rumah yang sempat hilang tersapu banjir itu kini tengah dibangun kembali, membuatnya tak lagi harus menjalani hari-hari di tenda pengungsian.
Kisah haru tersebut terekam dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun Instagram @deryanshaa. Dalam video itu, sang nenek menceritakan bagaimana banjir bandang sebelumnya menghanyutkan seluruh harta bendanya.
“Habis semua. Tinggal baju di badan saja yang ada. Nenek lari ke hutan sana,” katanya mengenang peristiwa saat rumahnya tersapu banjir pada akhir November tahun lalu.
Selama beberapa waktu, ia harus bertahan hidup di tenda pengungsian. Namun kini keadaan mulai berubah. Rumahnya sedang dibangun kembali sehingga ia tidak perlu lagi tinggal di tenda, terlebih di tengah bulan Ramadan.
“Nenek minta terima kasih. Karena kan sudah dibantu kita rumah, supaya jangan di tenda lagi. Bulan-bulan puasa jangan di tenda, kan tidak nyaman,” ujarnya.
Dalam percakapan tersebut, sang nenek juga menyampaikan doa dan harapannya untuk Presiden Prabowo. Dengan suara lirih namun penuh ketulusan, ia mendoakan kesehatan dan umur panjang bagi pemimpin negara.
“Doakan Prabowo, mudah rezekinya, panjang umurnya,” ucapnya.
Dalam keterangan videonya, Dery yang merupakan pemilik kanal media digital dan podcast YouTube “Kasisolusi” itu mengaku terharu dengan rasa syukur yang ditunjukkan sang nenek setelah mendapatkan bantuan hunian tetap.
“Terharu sama rasa bersyukurnya nenek ini. Sedih dengar kisahnya, untung banyak orang baik yang menyalurkan sebagian rezekinya. Lokasi mana lagi yang layak untuk kita samperin dan berikan bantuan?” tulis Dery.
Kini, dengan rumah yang kembali dibangun, sang nenek tak lagi harus menjalani ibadah puasa Ramadan di tenda pengungsian. Sebuah langkah sederhana yang membawa kebahagiaan besar bagi dirinya dan warga lain yang tengah bangkit dari bencana di Aceh Tamiang.
Berita Terkait
-
BCA Syariah Bangun 99 Masjid Asmaul Husna Pertama Ar Rahman di Aceh Tamiang
-
4 Parfum Lokal Rumah Atsiri Terlaris di Shopee, Wanginya Tidak Pasaran
-
5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan
-
Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif
-
2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi
-
Hujan di Simalungun Bikin Motor Terseret Arus, Ratusan Rumah Kebanjiran
-
Duel Berdarah di Karo Renggut 2 Korban Jiwa, Polisi Selidiki
-
BNNP Sumut Bongkar Home Industri Pod Getar di Medan, Bisa Pesan Lewat COD