- Kajati Sumut tegaskan tidak ada pungli peluncuran aplikasi Jaga Desa Samosir.
- Dana Rp 25 juta berasal kepala desa, transparan tanpa sentuhan kejaksaan.
- Komisi III DPR bahas dugaan pungli, ternyata hanya kesalahpahaman publik.
SuaraSumut.id - Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Harli Siregar, memastikan tidak ada pungutan liar (pungli) dalam peluncuran aplikasi Jaga Desa di Kabupaten Samosir.
Pernyataan Harli muncul menyusul isu yang berkembang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI di Jakarta pada 17 September 2025, yang menyebutkan adanya dugaan pungli Jaga Desa oleh Kejari Samosir.
Dalam RDPU tersebut hadir Habiburokhman (Ketua Komisi III), Kepala Kejari Samosir Karya Graham Hutagaol, dan Harli sendiri.
Menurut Harli, laporan masyarakat terkait permintaan dana dari para kepala desa untuk peluncuran aplikasi Jaga Desa di Samosir sebenarnya terjadi karena kesalahpahaman.
“Dari kesimpulan yang kita lihat, sebenarnya permasalahan ini hanya terjadi karena kesalahpahaman atau mispersepsi,” beber Harli, Sabtu (20/9/2025).
Kronologi yang disampaikan menunjukkan bahwa awalnya penyelenggaraan peluncuran aplikasi Jaga Desa direncanakan sangat sederhana, hanya kue dan tenda, karena acara dilakukan di depan Kantor Kejari Samosir.
Kemudian, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Samosir mengusulkan agar acara dibuat lebih resmi dan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta menyanggupi konsumsi makan siang sendiri.
Menurut data yang dijelaskan Harli, total dana yang terkumpul mencapai Rp 25 juta dari para kepala desa.
Dari jumlah itu, Rp 18 juta dipakai untuk pelaksanaan acara, sedangkan sisanya Rp 7 juta masih disimpan oleh Apdesi Kabupaten Samosir.
Harli menekankan bahwa dana tersebut tidak tersentuh pihak kejaksaan dan prosesnya bersifat transparan sejak awal. Komisi III DPR RI meminta agar laporan masyarakat ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
Harli juga mengingatkan jajarannya untuk menjaga integritas, dan jangan terlibat dalam hal-hal yang merugikan institusi kejaksaan. (Antara)
Berita Terkait
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
-
Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama
-
Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman