- Rendang ayam kampung adalah versi lebih ringan dari rendang sapi dengan rasa gurih dan aroma rempah yang kuat.
- Hidangan ini lebih cepat matang dan cocok untuk menu keluarga atau ide jualan kuliner rumahan.
- Kunci kelezatannya ada pada penggunaan ayam kampung muda, santan kental, dan proses memasak dengan api kecil hingga bumbu meresap.
SuaraSumut.id - Siapa yang bisa menolak kelezatan rendang ayam kampung? Hidangan legendaris asal Minangkabau ini bukan sekadar lauk, tapi simbol cita rasa Indonesia yang mendunia.
Jika biasanya kita menikmati rendang daging sapi, kali ini kita akan bahas versi yang lebih ringan namun tetap kaya rasa, rendang ayam kampung.
Teksturnya yang kenyal, berpadu dengan bumbu rempah dan santan yang pekat, bikin siapa pun jatuh cinta di suapan pertama.
Selain enak, rendang ayam kampung juga lebih cepat matang dan cocok buat kamu yang ingin memasak rendang tapi tak mau menunggu berjam-jam. Pas banget untuk menu makan keluarga atau ide jualan kuliner rumahan!
Bahan-Bahan Rendang Ayam Kampung
Berikut bahan yang kamu butuhkan untuk menghasilkan rendang ayam kampung yang legit dan harum rempah:
Bahan Utama
- 1 ekor ayam kampung pejantan muda (1,5–2 kg)
- 1 kg santan kental (dari 3–4 butir kelapa)
- 500 ml santan cair
- 3 butir pekak
- 3–4 butir kapulaga
- 5–6 butir cengkeh
- 3–5 cm kayu manis
- Kaldu bubuk secukupnya
- 2 lembar daun kunyit
- 3 lembar daun salam
- 6 lembar daun jeruk
- 1 ruas lengkuas (geprek)
- 2 batang serai (geprek)
- 4–5 siung bawang merah (iris tipis)
- 2–3 siung bawang putih (iris tipis)
- ½–1 butir kelapa parut (disangrai) atau 4 sdm kelapa sangrai
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu Halus
- 12 siung bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 1 ruas lengkuas
- 1 ruas jahe
- 1–2 batang serai (bagian putihnya saja)
- 1 sdm ketumbar
- 3 butir kemiri sangrai
- ½–1 sdt lada bubuk
- 1 sdt jinten
- ½ biji pala
- Cabe rawit sesuai selera
- 4–6 sdm cabe merah keriting giling
- Garam secukupnya
Cara Membuat Rendang Ayam Kampung
1. Sangrai Kelapa Parut
Sangrai kelapa parut hingga berwarna cokelat kehitaman. Setelah matang, haluskan sampai mengeluarkan minyak alami. Campurkan ke bumbu halus agar rasa rendang makin pekat dan legit.
2. Tumis Bumbu Aromatik
Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan daun salam, daun kunyit, daun jeruk, serta serai. Tambahkan juga pekak, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis. Aduk rata sampai dapur penuh aroma khas rendang yang menggoda!
3. Masukkan Bumbu Halus
Tambahkan bumbu halus dan lengkuas geprek. Tumis sampai bumbu matang dan mengeluarkan minyak, tanda bahwa semua rempah sudah berpadu sempurna.
Berita Terkait
-
12 Resep Orek Tempe Pedas Manis yang Enak dan Gampang Dibuat
-
Resep Semur Telur Kecap Manis: Lezatnya Rasa Tradisi di Setiap Suapan!
-
Rahasia Kuah Medok dan Bening: 6 Resep Soto Ayam Khas Nusantara
-
Menu Harian Favorit: 3 Variasi Resep Ayam Kecap yang Lezat dan Gampang
-
Resep Cumi Asam Manis, Hidangan Favorit Keluarga dengan Resep Praktis
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
81 Tahun Indonesia Merdeka: Kondisi Jalan di Deli Serdang Sumut Kupak-kapik, Belum Merdeka?
-
Bamsoet Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Hari Damai Aceh
-
BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT
-
Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya