- Wagub Sumut, Surya, memastikan stok beras Bulog sangat mencukupi untuk kebutuhan korban bencana di Sumatera Utara.
- Sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak mengajukan kebutuhan total 2.268 ton beras yang akan segera disalurkan.
- Penyaluran beras akan didistribusikan kepada masyarakat berdasarkan data resmi yang telah dihimpun pemprov.
SuaraSumut.id - Stok beras Bulog dipastikan dalam kondisi sangat mencukupi untuk para korban bencana di Sumatera Utara. Hal ini dikatakan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya di Posko Darurat Bencana Pmeprov Sumut, kemarin.
"Tadi kita tanyakan ke Bulog bagaimana cadangan pangan kita. Ternyata cadangan pangan, khususnya beras Bulog, sangat cukup," kata Surya dalam keterangan tertulisnya.
Pemprov Sumut telah menghimpun data dari kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sebanyak 16 kabupaten/kota mengajukan kebutuhan cadangan pangan, dengan total kebutuhan 2.268 ton beras yang akan disalurkan ke daerah terdampak.
"Dari Bulog sudah siap. Selanjutnya kita akan menghubungi kabupaten/kota agar penyalurannya segera dilakukan dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.
Surya menegaskan penyaluran akan dilakukan sesuai data resmi dari pemerintah daerah masing-masing.
"Artinya, beras itu akan didistribusikan kepada warga yang terdampak. Kita minta data dari kabupaten/kota untuk memastikan ketepatan sasaran," ucapnya.
Surya kembali menegaskan bahwa stok beras Bulog di Sumatera Utara dalam keadaan aman.
"Artinya, stok beras kita di Sumatera Utara itu cukup," katanya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa pihaknya siap menyalurkan beras tersebut kapan pun diperlukan.
"Beras kita sudah siap. Tugas kami hanya menunggu perintah dari pemerintah untuk menyalurkannya, karena stok untuk para korban bencana alam sangat mencukupi," katanya.
Berita Terkait
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
1.000 Paket Beras Disalurkan di Teluknaga, Warga Prasejahtera Terbantu
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri
-
Kisah Inspiratif Nasabah PNM, Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026
-
'Suami Saya Bukan Teroris', Istri Korban Tewas di Kebun Agrinas Labura Minta Pelaku Dihukum Setimpal
-
Libur Sekolah 2026, Penumpang Bandara Kualanamu Diprediksi Capai 376.954 Orang