- Partai Gerindra Sumut dan Yayasan Hati Emas mengirim 10 ton sembako ke Tapanuli Tengah terdampak bencana.
- Bantuan pangan ini disalurkan pada Jumat, 5 Desember 2025, untuk memenuhi kebutuhan korban banjir dan longsor.
- Aksi ini merupakan realisasi komitmen Gerindra untuk mengutamakan dan membantu kepentingan rakyat yang tertimpa musibah.
SuaraSumut.id - Partai Gerindra Sumut bersama Yayasan Hati Emas Indonesia mengirimkan bantuan sembako untuk korban bencana di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
Bantuan seberat 10 ton itu dikirimkan melalui jalur. Bantuan tersebut untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat pacsa banjir dan longsor di wilayah itu.
"Kami kembali meyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Sumatera Utara. Setelah Medan, Langkat, kali ini bantuan akan dikirimkan ke wilayah Tapanuli Tengah sebanyak 10 ton sembako," kata Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, Jumat 5 Desember 2025.
Gerindra, kata Sugiat, memiliki komitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang dikirimkan ini adalah realisasi dari komitmen itu.
"Karena Pak Prabowo sebagai Ketua Umum selalu memberikan pesan agar para kader mengutamakan kepentingan rakyat. Kami selaku kader memiliki kewajiban untuk menjalankan amanah dari Pak Prabowo itu," ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Hati Emas Indonesia, Meriyawaty Amelia Prasetio berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
"Kami mendengar informasi memang bahan pangan menjadi salah satu persoalan bagi para pengungsi, korban banjir dan longsor. Oleh karena itu kami mengirimkan bantuan sembako dengan harapan agar para korban terbantu," ujarnya.
Dia memastikan Yayasan Hati Emas Indonesia akan selalu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami akan terus berupaya bisa berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada bapak/ibu donatur yang berhati emas," katanya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Potret Terkini Lumpur Lapindo di Usia 20 Tahun Bencana
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Listrik Medan Padam Berulang Pasca Blackout, LAPK Tuntut Kompensasi dan Transparansi
-
Pasutri di Medan Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Depan Rumah, Bermula dari Listrik Padam
-
Kapal Ikan Tenggelam di Perairan Asahan, 2 Nelayan Dilaporkan Hilang
-
Imigrasi Sumut Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara di Event Trail of The Kings 2026
-
8,4 Kg Sabu-Pod Getar Asal Sumut Gagal Terbang ke Kalimantan, 2 Orang Ditangkap