Korban hilang akibat bencana alam di Sumatera Utara menurun signifikan dari 205 menjadi 160 orang per 5 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, berdasarkan data Pusdalops PB.
160 korban hilang tersebar di lima kabupaten/kota di Sumut, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Tengah (109 orang) dan Tapanuli Selatan (31 orang).
Data ini bersifat sementara, dan berbagai upaya penanganan bencana terus dilakukan di wilayah terdampak oleh BPBD Sumut dan pemangku kebijakan terkait.
SuaraSumut.id - Operasi pencarian dan penyelamatan pascabencana hidrometeorologi yang menghantam Provinsi Sumatera Utara mulai menunjukkan perkembangan data yang signifikan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara melaporkan adanya penurunan jumlah korban yang dinyatakan hilang, memberikan sedikit harapan di tengah duka yang mendalam.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Jumat, 5 Desember 2025, angka korban hilang kini tercatat sebanyak 160 orang.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan laporan sehari sebelumnya, Kamis (4/12), yang mencatat 205 orang hilang.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa tim di lapangan telah berhasil mengevakuasi atau mengidentifikasi sejumlah korban, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Pusdalops Sumut merinci bahwa 160 orang yang masih dalam status pencarian tersebut tersebar di lima wilayah dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak.
Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi titik terparah atau ground zero dalam operasi ini. Lebih dari separuh total korban hilang berasal dari wilayah ini.
Berikut adalah rincian data korban hilang per Jumat sore:
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 109 orang.
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 31 orang.
- Kabupaten Tapanuli Utara: 14 orang.
- Kota Sibolga: 5 orang.
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 1 orang.
Data ini menunjukkan bahwa fokus alat berat dan personel SAR masih harus dipusatkan secara masif di Tapanuli Tengah dan Selatan, mengingat medan yang sulit dan luasnya area terdampak.
Baca Juga: Gubernur Aceh: Bupati Cengeng Hadapi Bencana Lebih Baik Mundur!
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa angka ini masih bersifat dinamis.
Tim gabungan terus bekerja keras di lapangan untuk menyisir setiap kemungkinan lokasi korban.
"Data merupakan update 5 Desember 2025 pukul 17.00 WIB," ujarnya, dilansir dari Antara.
Sri Wahyuni juga memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat ini.
"Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya," kata dia.
Berita Terkait
-
Gubernur Aceh: Bupati Cengeng Hadapi Bencana Lebih Baik Mundur!
-
Benarkah 250 Warga Kampung Dalam Meninggal Akibat Banjir Aceh Tamiang?
-
Benarkah Aparat Menjual Beras Bantuan Bencana di Aceh Tengah?
-
Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban Banjir Lagi di Tapsel
-
Siap-siap! Ini Daftar Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Sumut Sepanjang Desember
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Nge-War Tiket Lebaran? Begini Cara Hemat Pakai Promo BRI dan Manfaatkan Super Apps BRImo
-
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Hadirkan 4.000 Paket Ramadan untuk Warga Medan
-
Tri Perkuat Koneksi Ramadan 2026 dengan Paket 65GB Dilengkapi AI
-
Bandara Kualanamu Buka 151 Penerbangan Tambahan pada Mudik Lebaran 2026
-
APMI dan BPDP Gelar Analisis Sentimen Sawit untuk Perkuat Narasi Berbasis Data