Suhardiman
Senin, 12 Januari 2026 | 11:22 WIB
Ilustrasi Kebiasaan yang Harus Hilang di Tahun 2026. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Tahun 2026 menuntut perubahan akibat transformasi digital dan kompleksitas tantangan global saat ini.
  • Kebiasaan meminjam uang pada orang terdekat untuk gaya hidup mencapai angka 39 persen masyarakat.
  • Sebanyak 56 persen masyarakat cenderung hanya membayar minimum tagihan kartu kredit, menciptakan jebakan finansial.

SuaraSumut.id - Memasuki tahun 2026, perubahan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dunia bergerak cepat dengan transformasi digital, tantangan kesehatan mental, krisis lingkungan, serta tuntutan produktivitas yang semakin kompleks.

Banyak kebiasaan lama yang dulunya dianggap wajar, kini justru menjadi penghambat kualitas hidup. Berikut lima kebiasaan yang harus hilang di tahun 2026:

1. Terlalu sering "nombok" dengan pinjam uang ke orang terdekat

Sebanyak 39 persen masih sering meminjam uang ke teman atua keluarga yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari masyarakat yang masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa "lebih besar pasak daripada tiang".

2. Gaji baru masuk, uangnya langsung pergi gitu aja

14 persen masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, kondisi ini biasanya bukan hanya soal kurangnya penghasilan, tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan. Jika dibiarkan, bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan, jika menabung saja sulit?

3. Merasa aman karena pakai mindset "yang penting bayar dulu"

Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan, tapi hanya untuk jangka pendek. Karena, sebenarnya kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial untuk ke depannya.

Data menunjukkan bahwa 56 persen hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu justru berubah menjadi beban jangka panjang.

4. FOMO (Fear of Missing Out) yang berlebih

Tekanan sosial memang punya pengaruh yang besar terhadap keputusan finansial seseorang. Tapi, bukan berarti harus selalu ikuti apa yang dilakukan teman-teman kita.

Menurut data, 76 persen menghabiskan uang yang dimiliki unuk mengikuti gaya hidup teman. Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya demi merasa “tidak ketinggalan”. Padahal, sifat ini membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.

5. Mau jalan pintas demi cuan instan

Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, pastinya keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat seringkali menggoda.

Apabila keinginan ini diwujudkan tanpa pemahaman risiko, seringkali berujung pada kerugian. Menurut data, 10 persendari masyarakat melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.

Load More