- Kasus kekerasan anak di Aceh Jaya tahun 2025 berjumlah 13 kasus, meningkat dari sembilan kasus di tahun 2024.
- Sebanyak 12 dari 13 kasus kekerasan anak tersebut merupakan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada tahun 2025.
- Pelaku kekerasan seksual mayoritas merupakan anggota keluarga dekat, dan sosialisasi pencegahan masih terbatas karena minimnya anggaran.
SuaraSumut.id - Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Aceh Jaya pada tahun 2025 mencapai 13 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sembilan kasus.
"Berdasarkan data UPTD PPA Untuk 2025 kita mendata ada sebanyak 13 kasus terhadap anak, 12 diantaranya adalah kekerasan seksual dan satu kasus kekerasan biasa," kata Plt Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial, melansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Jika dilihat secara keseluruhan baik perempuan maupun anak, maka terdapat 20 kasus yang ditangani selama 2025 lalu.
"Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua pihak, terutama para keluarga yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anak," ujarnya.
Kebanyakan dari kasus pelecehan seksual terhadap anak tersebut dilakukan oleh keluarga dekat, baik itu saudara atau kerabat, termasuk tetangga.
Dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan pada anak, kedepan pihaknya bakal bekerjasama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) agar pada saat kegiatan ceramah agama maupun khutbah Jumat bisa disampaikan terkait hal tersebut.
Selama ini pihak DPMPKB telah melakukan sosialisasi terkait PPA tersebut, tetapi belum bisa menyeluruh mengingat anggaran yang masih sangat minim.
"Sebelumnya sosialisasi hanya bisa ditingkat Kecamatan saja, belum bisa menjangkau tingkat desa," katanya.
Dirinya berharap adanya peran keluarga untuk mengawasi anak-anak mereka dengan cara menyempatkan diri berkomunikasi, sehingga anak-anak juga terbuka dengan keluarga.
"Miskomunikasi dengan anak juga sangat berpengaruh pada keterbukaan anak-anak sehingga membuat anak tertutup dengan para orang tua, sehingga selama ini terbukanya kasus bahkan bukan dari orang tua sendiri," katanya.
Berita Terkait
-
Menabung Kini Jadi Kemewahan Baru bagi Anak Muda Bergaji Pas-pasan, Setuju?
-
Bebas Mengekspresikan Diri, Adidas Kids Hadirkan Pakaian dengan Sentuhan Personal
-
Datang ke Kantor Polisi, Anak di Brebes Akui Bunuh dan Mutilasi Ayah karena Tak Mau Kerja
-
Marak Perundungan Anak, DPR Usul UU Khusus Tapi KPAI Beri Catatan Ini
-
Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Disdik Sumut Hentikan PJJ, Siswa Kembali Sekolah 21 Oktober 2026
-
Pekerja Tewas di Tambang Emas Ilegal Madina
-
BRI Perluas Akses Keuangan, Dukung UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
-
Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Tetap Bisa Me Time Tanpa Abaikan Keselamatan Anak
-
Pasar Murah Aceh Barat Sediakan 420 Paket Sembako, Berikut Isi dan Rincian Harganya