Suhardiman
Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:23 WIB
Ilustrasi bencana di Aceh. [Suara.com/Iqbal]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 2.116 warga Bener Meriah masih mengungsi akibat rumah rusak berat dampak banjir bandang dan longsor.
  • Pemerintah menargetkan 914 hunian sementara (huntara) yang dibangun dapat dihuni pengungsi pada awal Ramadan 2026.
  • Distribusi logistik terus berjalan, sementara pemulihan sarana rusak seperti sekolah dilakukan oleh tiga tingkatan pemerintah.

SuaraSumut.id - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Hingga kini, sebanyak 2.116 warga masih mengungsi karena rumahnya rusak berat.

"Mereka yang masih mengungsi tersebut merupakan warga yang rumahnya hilang tersapu banjir dan rusak berat akibat bencana melanda daerah itu," kata Kadis Kominfo Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi, melansir Antara, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia mengatakan pengungsi tersebut tersebar di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada dalam Kabupaten Bener Meriah. Rinciannya, di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 431 pengungsi, Timang Gajah 1.166 pengungsi, Gajah Putih 84 pengungsi, Wih Pesam 319 dan Mesidah 116 pengungsi.

Ilham menyatakan, pada awal Ramadan 2026 pengungsi di daerah itu akan menempati hunian sementara (huntara).

"Saat ini pembangunan huntara di Kabupaten Bener Meriah terus berproses dan berjalan dan ditargetkan awal Ramadhan sudah dapat ditempati oleh pengungsi," ujarnya.

Saat ini ada sebanyak 914 huntara di Kabupaten Bener Meriah yang sedang dibangun untuk pengungsi yang masih berada di tenda. Pembangunan huntara tersebut tersebar di 35 titik dalam tujuh kecamatan.

Adapun kecamatan tersebut masing-masing Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah dan Wih Pesam.

Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat terus bekerja maksimal untuk memulihkan berbagai sarana dan prasaran yang rusak terutama sekolah.

"Distribusi logistik juga terus dilakukan terutama untuk warga yang mengungsi akibat rumah mereka rusak saat banjir bandang dan longsor," katanya.

Load More