- Sebanyak 2.116 warga Bener Meriah masih mengungsi akibat rumah rusak berat dampak banjir bandang dan longsor.
- Pemerintah menargetkan 914 hunian sementara (huntara) yang dibangun dapat dihuni pengungsi pada awal Ramadan 2026.
- Distribusi logistik terus berjalan, sementara pemulihan sarana rusak seperti sekolah dilakukan oleh tiga tingkatan pemerintah.
SuaraSumut.id - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Hingga kini, sebanyak 2.116 warga masih mengungsi karena rumahnya rusak berat.
"Mereka yang masih mengungsi tersebut merupakan warga yang rumahnya hilang tersapu banjir dan rusak berat akibat bencana melanda daerah itu," kata Kadis Kominfo Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi, melansir Antara, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia mengatakan pengungsi tersebut tersebar di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada dalam Kabupaten Bener Meriah. Rinciannya, di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 431 pengungsi, Timang Gajah 1.166 pengungsi, Gajah Putih 84 pengungsi, Wih Pesam 319 dan Mesidah 116 pengungsi.
Ilham menyatakan, pada awal Ramadan 2026 pengungsi di daerah itu akan menempati hunian sementara (huntara).
"Saat ini pembangunan huntara di Kabupaten Bener Meriah terus berproses dan berjalan dan ditargetkan awal Ramadhan sudah dapat ditempati oleh pengungsi," ujarnya.
Saat ini ada sebanyak 914 huntara di Kabupaten Bener Meriah yang sedang dibangun untuk pengungsi yang masih berada di tenda. Pembangunan huntara tersebut tersebar di 35 titik dalam tujuh kecamatan.
Adapun kecamatan tersebut masing-masing Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah dan Wih Pesam.
Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat terus bekerja maksimal untuk memulihkan berbagai sarana dan prasaran yang rusak terutama sekolah.
"Distribusi logistik juga terus dilakukan terutama untuk warga yang mengungsi akibat rumah mereka rusak saat banjir bandang dan longsor," katanya.
Berita Terkait
-
Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Purbaya Jamin Dana Otsus Papua dan Wilayah Terdampak Bencana Aman Tanpa Ganggu Fiskal
-
Rampok Toko Emas Pakai Senjata Organik Polri, Briptu MZ Dipecat Polda Aceh
-
Masa Transisi Aceh Berakhir, Kasatgas Tito Tekankan Penanganan Sesuai Kondisi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif
-
2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi
-
Hujan di Simalungun Bikin Motor Terseret Arus, Ratusan Rumah Kebanjiran
-
Duel Berdarah di Karo Renggut 2 Korban Jiwa, Polisi Selidiki
-
BNNP Sumut Bongkar Home Industri Pod Getar di Medan, Bisa Pesan Lewat COD