Suhardiman
Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:27 WIB
Ilustrasi Ramadan. (Pixabay.com/Syaibatulhamdi)
Baca 10 detik
  • Berbagai tradisi unik menyambut Ramadan, seperti Nyadran dan Padusan, dilestarikan di Indonesia.
  • Tradisi seperti Dugderan di Semarang menandai dimulainya bulan suci melalui pawai budaya dan kesenian.
  • Ritual pembersihan diri, contohnya Padusan dan Balimau, menjadi bagian penting sebelum berpuasa.

SuaraSumut.id - Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak hanya menyambut bulan suci dengan ibadah, tetapi juga dengan beragam tradisi khas Ramadan yang diwariskan secara turun-temurun di setiap daerah.

Tradisi Ramadan di Indonesia mencerminkan perpaduan nilai keislaman dan kearifan lokal. Mulai dari ritual spiritual, tradisi kuliner, hingga pesta rakyat, seluruhnya menjadi bagian dari cara masyarakat mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

Melansir situs traveloka, berikut rangkuman 10 tradisi unik menyambut Ramadan di Indonesia yang hingga kini masih dilestarikan:

1. Nyadran - Jawa Tengah

Nyadran identik dengan kegiatan ziarah kubur, mendoakan dan membersihkan makam leluhur. Selain itu, masyarakat juga biasanya membawa makanan untuk dibagikan kepada kerabat atau tetangga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

Nyadran tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga sering diadakan secara massal di desa-desa. Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih sangat kental di masyarakat Jawa Tengah. Seiring berkembangnya zaman, tradisi ini juga dikemas dengan acara keagamaan seperti ceramah dan doa bersama.

2. Dugderan - Semarang

Dugderan menjadi penanda datangnya Ramadan di Kota Semarang. Tradisi ini ditandai dengan pawai budaya, tabuhan bedug, dan ikon Warak Ngendog. Tradisi ini telah menjadi daya tarik wisata yang banyak dinantikan oleh warga Semarang dan sekitarnya. Pemerintah kota juga turut mendukung tradisi ini dengan mengadakan lomba kreativitas bagi anak-anak untuk menjaga semangat budaya lokal.

3. Padusan - Boyolali

Padusan adalah ritual mandi di sumber mata air atau sungai. Ritual ini untuk membersihkan diri, jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Biasanya, masyarakat juga berdoa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Beberapa tempat pemandian yang sering digunakan untuk tradisi ini biasanya memiliki nilai sejarah atau dipercaya memiliki air yang membawa berkah. Selain itu, acara ini juga sering diakhiri dengan makan bersama di sekitar area sumber mata air.

4. Meugang - Aceh

Meugang dilakukan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur dan kebahagiaan menyambut Ramadan.

5. Malamang - Sumatera Barat

Malamang merupakan tradisi memasak lemang secara gotong royong, di mana masyarakat berkumpul untuk menyiapkan lemang yang nantinya akan dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

Load More