Suhardiman
Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:33 WIB
Viral kerumunan warga usai pedagang prank jual rice cooker Rp20 ribu. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pedagang di Sibolga viral karena janji jual rice cooker Rp20 ribu melalui live streaming pada 21 Januari 2026.
  • Ratusan warga dari beberapa kabupaten mendatangi rumah pedagang karena merasa kecewa atas janji penjualan tidak sesuai.
  • Polres Sibolga turun tangan menenangkan warga dan mengarahkan pemilik rumah membuat jadwal penjualan menggunakan kupon.

SuaraSumut.id - Video viral pedagang di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), menjanjikan rice cooker Rp20 ribu membuat heboh warga setempat. Kejadian bermula pada 21 Januari 2026 lewat live streaming di media sosial, menawarkan barang murah seperti rice cooker Rp20 ribu.

Sontak saja, rice cooker murah ini memicu ratusan warga dari Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga Tapanuli Utara berbondong-bondong ke rumahnya di Jalan Kemuning, Sibolga Ilir.

Banyak warga merasa "diprank" karena penjualan tidak sesuai janji, dengan alasan stok habis atau pembeli terlalu banyak.

Video kerumunan dan kekecewaan warga cepat menyebar di Instagram, Facebook, dan TikTok, dengan narasi "prank" atau "harga palsu".

Kerumunan sejak pagi hari berlangsung hingga polisi turun tangan untuk menenangkan situasi.

Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyanto, menjelaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk menenangkan warga serta mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

"Warga mendatangi rumah Ibu Irda Novelina br. Hutagalung (Mak Olo) akibat ketidakpuasan terkait penjualan barang secara online yang dinilai tidak disertai pemberitahuan dan mekanisme yang jelas," ungkapnya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Jumat 23 Januari 2026.

Menanggapi situasi tersebut, Bhabinkamtibmas segera mengambil langkah cepat dan persuasif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKP Suyanto menambahkan, pihak kepolisian juga memberikan arahan kepada pemilik rumah agar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta menghentikan sementara aktivitas penjualan pada hari tersebut.

“Yang bersangkutan kemudian bersedia menyusun jadwal penjualan secara tertib dengan sistem pembagian kupon kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Selanjutnya, pihak keluarga Irda Novelina br. Hutagalung atau Mak Olo membagikan kupon jadwal penjualan kepada warga yang hadir.

Setelah menerima kupon, masyarakat pun berangsur-angsur meninggalkan lokasi dengan tertib dan akan kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk melakukan transaksi.

"Situasi berjalan aman, tertib, dan tidak terjadi gangguan kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam setiap aktivitas,” pungkasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More