-
Pemerintah fokus percepatan akses dan hunian pascabencana Aceh Timur.
-
Banjir bandang sebabkan kerusakan total permukiman warga.
-
Akses terputus dan distribusi logistik masih terbatas.
SuaraSumut.id - Pascabencana Aceh Timur menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan komitmen negara untuk mempercepat pembukaan akses dan penataan hunian bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur.
Upaya percepatan tersebut dinilai krusial dalam mendorong pemulihan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak. Tito menyebut, langkah ini juga menjadi fondasi agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh Timur dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan, seiring kebutuhan warga untuk kembali beraktivitas secara normal.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Tito menilai terdapat perkembangan positif di lapangan. Ia menyoroti kepemimpinan daerah sebagai faktor penting dalam percepatan penanganan pascabencana Aceh Timur.
"Jadi ini salah satu fokus kita untuk Aceh Timur ini, kunjungan saya pertama dan kedua, saya melihat sudah ada kemajuan. Mentalnya Pak Bupati juga saya lihat tidak kendor. Itu yang paling penting sekali, kalau sudah pemimpinnya strong, fight, Satgas semua akan semangat," kata Tito, dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Penegasan tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Wilayah ini menjadi salah satu titik terdampak paling berat akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Tito menggambarkan kondisi kerusakan yang sangat parah di desa tersebut.
"Semua rumah di sini tidak ada satu pun yang utuh. Semuanya hancur, bahkan di atas atap sekolah, ada kayu log yang sangat besar. Di atas rumah juga ada kayu log menunjukkan tingginya apa, genangan air banjir. Semua habis dan semua mengungsi. Semuanya rusak berat, hilang," kata Tito.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus melakukan koordinasi terpadu bersama BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta pemerintah daerah setempat untuk membuka kembali akses jalan. Targetnya, jalur menuju lokasi terdampak bisa segera dilalui kendaraan roda empat guna mempercepat distribusi logistik.
"Kita urus, ada Kepala BNPB mengurus juga, dan kemudian akses jalan apa pun juga, sedapat mungkin kita bisa masuk, meskipun dengan kendaraan trail untuk pengiriman logistik. Terutama yang penting sekali di samping juga bisa melalui sungai seperti tadi kita mencoba lewat sungai," terangnya.
Namun demikian, tantangan akses masih menjadi persoalan utama. Beberapa wilayah terdampak masih terisolasi sehingga distribusi bantuan hanya bisa dilakukan secara berkala.
"Lokasi satu dusun yang 60 (KK), kalau tidak salah. Itu di-drop tiap 3 hari sekali karena jalan daratnya tidak bisa," ujarnya.
Selain pembukaan akses, penataan hunian warga juga menjadi fokus penanganan pascabencana Aceh Timur. Tito menegaskan bahwa pembangunan hunian harus menyesuaikan kondisi sosial serta keinginan masyarakat setempat.
“Membangunkan huntara. Kalau enggak mau, langsung [membangun] hunian tetap ya. Rata-rata maunya di sini tidak mau satu hamparan, satu komplek, tapi mereka mau di tanahnya mereka, tempat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga serta memperkuat penanganan pascabencana Aceh Timur secara menyeluruh. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Karhutla Kembali Mengamuk di Aceh Barat, Lahan Gambut Kering Jadi Sasaran Api
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BRI Percepat Transformasi Digital, Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
-
Sadis! Begal di Medan Bacok Korban 8 Kali Demi Rampas Uang Rp900 Ribu
-
Heboh Jasad Bayi Ditemukan di Binjai, Polisi Turun Tangan
-
Polisi Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Ditahan di Lapas Kotapinang
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba