Suhardiman
Senin, 26 Januari 2026 | 10:28 WIB
Ilustrasi penipuan. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Modus penipuan voice phishing menggunakan rekaman jawaban "ya" untuk persetujuan transaksi finansial ilegal.
  • Ciri panggilan mencurigakan meliputi nomor asing, pertanyaan konfirmasi identitas, dan pengakuan sebagai institusi resmi.
  • Waspadai dengan menjawab netral, memutus panggilan, dan tidak memberikan data pribadi kepada penelepon asing.

SuaraSumut.id - Penipuan digital terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia daring. Salah satu modus penipuan yang terjadi adalah panggilan dari nomor asing yang hanya bertujuan memancing korban mengucapkan kata “ya”.

Meski terdengar sepele, menjawab “ya” saat ditelepon nomor tak dikenal bisa menjadi awal dari aksi kejahatan siber yang mengincar rekening bank hingga data pribadi Anda.

Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon dengan mengaku sebagai pihak tertentu. Pelaku penipuan memanfaatkan rekaman suara korban. Saat Anda menjawab panggilan dengan kata “ya”, suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan sebagai persetujuan verbal.

Rekaman ini kemudian diklaim sebagai bukti untuk aktivasi layanan tertentu, persetujuan transaksi finansial, pendaftaran pinjaman online ilegal hingga akses ke akun perbankan atau e-wallet.

Modus ini dikenal sebagai voice phishing (vishing), salah satu bentuk penipuan berbasis rekayasa sosial yang semakin canggih.

Ciri-Ciri Panggilan Penipuan dari Nomor Asing

Agar tidak menjadi korban, penting mengenali tanda-tandanya. Berikut ciri umum panggilan mencurigakan:

1. Nomor tidak dikenal atau berasal dari luar negeri

2. Penelepon mengajukan pertanyaan seperti:

  • “Apakah ini benar pemilik nomor ini?”
  • “Apakah Anda yang bernama…?”

3. Nada bicara terburu-buru atau mengintimidasi

4. Mengaku dari institusi resmi (bank, asuransi, marketplace, atau instansi pemerintah)

5. Meminta konfirmasi data pribadi

Jika Anda menjawab “ya”, percakapan bisa langsung diputus, namun dampaknya baru terasa kemudian.

Dampak yang Bisa Terjadi

Banyak korban baru menyadari setelah:

Load More