- Mantan pejabat bank plat merah berinisial S di Medan resmi tersangka atas dugaan korupsi kredit tahun 2021 hingga 2023.
- Perbuatan tersangka diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp1,36 Miliar dan ia ditangkap Senin malam di Medan Tuntungan.
- S dijerat UU Tipikor dan ditahan selama 20 hari di Rutan Tanjung Gusta; penyidik masih membuka peluang tersangka baru.
SuaraSumut.id - Kasus dugaan korupsi mencoreng sektor perbankan. Seorang mantan pejabat bank plat merah di Kota Medan berinisial S resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pengelolaan kredit.
Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang perlu diketahui publik, melansir Antara:
Jadi Tersangka Berdasarkan Dua Alat Bukti
Penetapan S sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang sah, sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.
Kerugian Negara Capai Rp1,36 Miliar
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Dr. Mochamad Ali Rizza, perbuatan tersangka menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.365.000.000. Dugaan korupsi pengelolaan realisasi kredit tidak sesuai ketentuan terjadi pada tahun 2021 hingga 2023.
Tersangka Sempat Menghambat Proses Penyidikan
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, S dinilai tidak kooperatif. Ia kerap sulit dipanggil, berpindah-pindah tempat. Petugas pun mengambil langkah penangkapan untuk memastikan kelanjutan pemeriksaan.
Ditangkap di Medan Tuntungan pada Malam Hari
Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Senin malam (26/1) di Komplek Puri Zahara II, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Kantor Kejari Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Ditahan di Rutan Tanjung Gusta Selama 20 Hari
Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, S langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan selama 20 hari ke depan.
Dijerat UU Tipikor, Penyidik Buka Peluang Tersangka Baru
Tersangka dijerat dengan Pasal 603 juncto Pasal 20 KUHP serta Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Penyidik Pidsus Kejari Medan menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan, dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.
Berita Terkait
-
Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai
-
Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi
-
Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC