- Bencana akhir November 2025 menyebabkan kerusakan 116 KM jalan dan empat jembatan vital di Aceh Timur.
- Kerusakan jalan yang mencapai 30 titik itu melintasi wilayah Peureulak Barat hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues.
- Pemkab Aceh Timur telah meminta gubernur segera memperbaiki infrastruktur karena jalur tersebut urat nadi ekonomi masyarakat.
SuaraSumut.id - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius terhadap infrastruktur.
Sedikitnya empat jembatan dan ruas jalan sepanjang 116 kilometer (KM) yang menghubungkan Aceh Timur hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues mengalami kerusakan.
"Kerusakan jalan akibat banjir dan longsor sepanjang 116 KM dengan dua titik di antaranya mengalami kerusakan parah hingga badan jalan hilang total," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, melansir Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Iskandar mengatakan menyebutkan kerusakan jalan tersebut mulai dari Kecamatan Peureulak Barat hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan tersebar di 30 titik.
Selain jalan, empat titik jembatan rusak berat terdiri dua titik di Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi dan dua jembatan di Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron.
Ia menyebukan Pemkab Aceh Timur sudah menyurati Gubernur Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh menyangkut permohonan perbaikan jalan dan jembatan tersebut.
"Kami memohon pemerintah provinsi memperbaiki jalan dan jembatan rusak tersebut. Sebab, jalan ke perbatasan Kabupaten Gayo Lues tersebut merupakan lintasan vital bagi masyarakat pedalaman Kabupaten Aceh Timur," ucapnya.
Jalan tersebut statusnya jalan provinsi. Oleh karenanya, status jalan tersebut disarankan dapat ditingkatkan statusnya sebagai jalan nasional, sehingga proses percepatan pembangunan terwujud.
Bupati mengatakan ruas jalan provinsi tersebut merupakan nadi perekonomian masyarakat. Jalur ini digunakan untuk distribusi hasil alam dari Kabupaten Gayo Lues ke berbagai daerah di pesisir timur Provinsi Aceh dan begitu juga sebaliknya.
"Jalur Aceh Timur dan Gayo Lues tersebut bukan sekadar jalur transportasi, tetapi denyut nadi ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman Provinsi Aceh," kata Iskandar.
Berita Terkait
-
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
-
Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda
-
Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Terkini
-
Dewa 19 Bakal Konser di Medan: Ini Jadwal, Lokasi, dan Info Tiket
-
Penyelundupan 100 Kg Sabu di Aceh Timur Digagalkan, Satu Orang Diamankan
-
Kebakaran Lahan di Aceh Barat Capai 50,2 Hektare, Tim Gabungan Dikerahkan Padamkan Api
-
2 Warga Aceh Tamiang Dilaporkan Hilang Usai Pamit Berobat, Keduanya Alami Disabilitas Intelektual
-
Kerusakan Jalan dan Jembatan Aceh Timur-Gayo Lues, Akses Vital Ekonomi Terancam