Suhardiman
Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi arisan. (pexels/Askar Abayev)
Baca 10 detik
  • Arisan adalah tradisi sosial Indonesia mengumpulkan uang atau barang berkala untuk dibagikan melalui undian.
  • Tradisi ini berakar dari Nusantara dan Tiongkok, berfungsi sebagai gotong royong atau tabungan informal masyarakat.
  • Penting mempertimbangkan jenis, kemampuan finansial, dan kepercayaan anggota sebelum berpartisipasi aktif dalam arisan.

SuaraSumut.id - Arisan adalah tradisi sosial khas Indonesia di mana sekelompok orang secara rutin mengumpulkan uang atau barang bernilai sama, lalu membaginya melalui undian berkala hingga semua anggota mendapat giliran.

Tradisi ini berakar dari masa kerajaan Nusantara dan pengaruh Tiongkok kuno, berkembang sebagai bentuk gotong royong untuk kebutuhan pesta atau tabungan tanpa bank formal.

Di Indonesia, arisan menjadi bagian budaya sehari-hari, terutama di kalangan ibu rumah tangga atau komunitas RT/RW. Arisan mempererat silaturahmi, meski perlu aturan jelas agar hindari konflik finansial.

Sebelum ikut arisan, pertimbangkan matang agar tidak jadi beban finansial atau sosial, terutama saat momen Imlek seperti sekarang di Medan.

1. Jenis Arisan

Pahami dulu jenisnya, uang tunai, barang, atau onlin karena masing-masing punya risiko berbeda seperti pembatalan atau penipuan di arisan digital.

2. Kemampuan Finansial

Hitung iuran bulanan agar tidak lebih dari 5-10% pendapatan, sehingga pembayaran tetap aman tanpa mengganggu kebutuhan pokok atau biaya Imlek.

3. Kepercayaan Anggota

Pastikan bergabung dengan kelompok terpercaya seperti teman dekat atau keluarga, dengan aturan tertulis jelas untuk undian dan denda.

4. Tujuan Utama

Tentukan manfaatnya apakah untuk tabungan, silaturahmi, atau hadiah Imlek agar tidak tergoda gaya-gayaan saat giliran menang.

5. Rencana Keluar

Siapkan strategi jika ingin berhenti, seperti pengganti atau kesepakatan awal, hindari konflik seperti kasus anggota kabur.

Load More