- Pemprov Sumut siap gunakan dana TKD pusat untuk korban banjir Tapanuli Tengah pasca juknis terbit.
- Gubernur Bobby meninjau lokasi banjir pada Rabu, 18 Februari 2026, menargetkan zero pengungsi awal Ramadan.
- Pemprov Sumut juga meminta Pemkab Tapteng segera kirim data korban untuk penyaluran bantuan perbaikan rumah.
SuaraSumut.id - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pemprov Sumut siap langsung mengeksekusi dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk penanganan banjir di Tapanuli Tengah, begitu petunjuk teknis (juknis) resmi diterbitkan.
“Kami tinggal menunggu juknisnya. Kalau juknisnya keluar, pasti langsung kami gunakan,” kata Bobby saat meninjau lokasi terdampak banjir di Tapteng, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Bobby, komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan, termasuk terkait kemungkinan tambahan dukungan anggaran pascabencana. Ia memastikan, Pemprov Sumut tidak akan menunda realisasi begitu regulasi teknis diterima.
“Dana yang ada saja sudah kami geser untuk penanganan bencana. Apalagi kalau ada tambahan dari pusat melalui TKD, tentu akan langsung kita maksimalkan,” ujarnya.
Bobby menekankan, percepatan pencairan dan penggunaan dana menjadi kunci agar masyarakat terdampak segera mendapatkan kepastian.
Ia menyebut, pemerintah pusat melalui Presiden telah menunjukkan komitmen membantu daerah, dan Pemprov Sumut siap menindaklanjuti secara cepat dan akuntabel.
Selain menunggu TKD, Bobby juga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mempercepat pengiriman data warga terdampak agar bantuan yang sudah tersedia bisa segera dibagikan.
“Kami minta datanya dipercepat. Dana untuk hunian tetap dan perbaikan rumah rusak ringan maupun sedang sudah ada. Supaya bisa segera disalurkan ke masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh langkah ini dilakukan agar warga yang sudah tiga kali terdampak banjir sejak November hingga menjelang Ramadan bisa hidup tenang dan nyaman.
“Target kita awal Ramadan zero pengungsi. Masyarakat harus bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” kata Bobby.
Berita Terkait
-
Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan
-
Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?
-
Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini
-
Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
-
Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Advokat Jordan Sitepu Nilai Tuntutan Mati Terhadap YH Tidak Didukung Bukti yang Cukup
-
Polisi Diduga Tembak-Aniaya Terduga Pencuri Berondolan Sawit Diperiksa Propam
-
Rayakan Bulan Inklusi Keuangan, BRI Dorong Literasi Digital dan Ekonomi Desa Lewat BRILink Agen
-
Viral Video Rayap Besi Curi Kursi Gereja di Medan
-
Penumpang KA Putri Deli Tembus 970.762 hingga September 2026