- Polisi menangkap pengedar narkoba berinisial L di Bireuen, Aceh, yang sempat menembak petugas menggunakan senjata rakitan.
- Peristiwa penangkapan pada Senin, 23 Februari 2026 ini tidak menimbulkan korban karena petugas berhasil menghindar.
- Petugas menyita 51,79 gram sabu-sabu beserta barang bukti lain dan menahan MH selaku pemilik rumah penyimpanan.
SuaraSumut.id - Seorang terduga pengedar narkoba ditangkap di Kabupaten Bireuen, Aceh. Pelaku berinisial L (28) sempat menembak polisi dengan senjata rakitan.
"Saat hendak diamankan pelaku L (28) menembakkan senjata api rakitan menggunakan peluru jenis M-16 ke arah petugas. Beruntung, petugas berhasil menghindar dan mengamankan pelaku tanpa adanya korban," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, melansir Antara, Senin 23 Februari 2026.
Penangkapan palaku bermula dari informasi adanya peredaran narkoba di kawasan Simpang Kampus IAI Al Muslim, Desa Paya Lipah. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap L.
Dari tangan L, petugas menemukan satu paket kecil sabu-sabu dibungkus plastik bening. Berdasarkan hasil interogasi awal, L mengakui masih menyimpan sabu-sabu di dalam kamar sebuah rumah di Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan.
Tim bergerak ke rumah tersebut dan menggeledahnya dengan disaksikan perangkat desa setempat. Dari hasil penggeledahan ditemukan tas berisi 46 paket kecil dan lima paket sedang sabu-sabu.
"Petugas juga mengamankan MH yang merupakan pemilik rumah. Total narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan mencapai 51,79 gram," ujarnya.
Selain sabu-sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa dua unit timbangan digital, empat unit telepon genggam, satu tas kecil hitam putih, serta satu unit yang menyerupai senjata api rakitan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, L mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial W yang saat ini masih dalam penyelidikan.
Berita Terkait
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Stok Jagung Pipil 4.140 Ton di Sumut, Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Peternak Ayam
-
Momen Bobby Nasution Marah-marah karena Penanganan Banjir di Tapteng Lambat
-
Cek Tanggal Merah dan Long Weekend Mei 2026, Bisa 3 Kali Libur Setiap Minggu
-
Sandiwara Pasangan Kekasih di Madina, Pura-pura Temukan Bayi Padahal Anak Sendiri
-
7 Kajari di Sumut Diganti, Ini Daftar Nama-namanya