Suhardiman
Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:58 WIB
Ilustrasi jajanan jadul. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Jajanan jadul adalah camilan tradisional populer era 70-90an yang dicirikan rasa kuat dan harga terjangkau di Medan.
  • Jajanan ini menyimpan nilai emosional kuat bagi warga Medan karena terkait momen sosial dan kenangan masa kecil.
  • Beberapa jajanan khas Medan populer termasuk Gulali, Orong-orong, Martabak Piring, dan Leker yang kini tetap digemari.

SuaraSumut.id - Jajanan jadul adalah camilan tradisional atau jajanan rumahan yang populer di era 70–90-an. Sederhana bentuknya, kuat rasanya, dan ramah di kantong. Dulu bisa ditemukan di warung kecil, kantin sekolah, pasar tradisional, hingga gerobak keliling yang mangkal di depan SD.

Bagi anak 90-an di Medan, jajanan ini bukan sekadar makanan ringan. Ia adalah bagian dari cerita pulang sekolah, uang jajan recehan, dan momen berbagi dengan teman sebangku.

Selain rasa yang khas, jajanan jadul menyimpan nilai emosional. Harganya terjangkau, tampilannya sederhana, dan proses membelinya sering jadi pengalaman sosial, ngobrol dengan abang penjual, patungan dengan teman, atau menyimpan recehan di saku baju sekolah.

Di tengah gempuran snack modern dan makanan kekinian, jajanan jadul tetap punya tempat tersendiri di hati warga Medan. Ia bukan hanya soal rasa, tapi tentang kenangan masa kecil yang sulit tergantikan.

Berikut jajanan jadul khas Medan yang tak lekang oleh waktu:

1. Gulali Jadul

Permen gula cair yang dibentuk menjadi kupu-kupu, bunga, hingga terompet. Penjualnya piawai memutar gula panas di atas stik kayu, menciptakan bentuk-bentuk cantik dalam hitungan menit. Biasanya mangkal di pinggir jalan atau sekitar sekolah dasar. Manisnya sederhana, tapi memorinya luar biasa.

2. Orong-orong

Snack kering berbumbu ketumbar yang aromanya kuat dan rasanya gurih. Bisa dimakan langsung atau ditambahkan ke bakso, mie sop, bahkan nasi goreng. Teksturnya ringan tapi bikin nagih.

3. Permen Asam Jawa

Permen kecil rasa manis-asam dengan sedikit sentuhan pedas. Dibungkus plastik mungil yang ujungnya harus disobek sebelum dinikmati. Sensasi kecutnya sering bikin mata merem melek, tapi tangan tetap ingin ambil lagi.

4. Martabak Piring

Martabak manis versi mini yang dipanggang di atas piring logam menggunakan tungku arang. Bisa pilih tipis atau tebal, dengan topping cokelat, kacang, atau keju. Aroma arangnya yang khas jadi ciri yang sulit tergantikan.

5. Cakar Ayam

Bukan ceker sungguhan, melainkan snack kering berbentuk seperti cakar dengan rasa manis-gurih. Dijual dalam plastik kecil isi belasan buah. Harganya dulu seribuan, tapi kepuasannya maksimal.

6. Leker

Kulitnya tipis dan super renyah. Isiannya sederhana: gula, cokelat meses, atau irisan pisang. Biasanya dijajakan lewat gerobak keliling dekat sekolah atau taman bermain. Bunyi kriuknya jadi daya tarik tersendiri.

7. Medan Jaya

Pilus kecil warna-warni dengan rasa asin-manis-gurih. Dijual dalam bungkus mungil yang mudah dihabiskan sekali duduk. Sering jadi rebutan karena ringan tapi bikin ketagihan.

8. Alen-alen

Camilan berbahan singkong berbentuk cincin kecil dengan tekstur keras namun renyah. Warnanya kuning cerah dan rasanya gurih. Cocok jadi teman ngobrol sore atau camilan saat menunggu hujan reda.

Load More