Suhardiman
Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:09 WIB
Seorang Muslim membaca Al-Qur'an di ruang tamu saat menjelang waktu berbuka puasa. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Menetapkan target bacaan Al-Qur'an yang realistis merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas tilawah.
  • Menjadwalkan waktu khusus untuk tilawah secara rutin membantu membentuk kebiasaan dan menghindari penurunan semangat.
  • Memahami makna Al-Qur'an serta menciptakan lingkungan mendukung meningkatkan koneksi spiritual dan kualitas ibadah.

SuaraSumut.id - Ramadan merupakan momentum spiritual yang selalu dinantikan umat Islam. Bulan suci ini identik dengan peningkatan ibadah, termasuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an. Bahkan, Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185.

Namun, tantangan terbesar bukanlah memulai, melainkan konsisten membaca Al-Qur'an selama Ramadan. Banyak yang semangat di awal, tetapi perlahan mulai berkurang di pertengahan bulan. Lalu, bagaimana agar tetap istiqamah hingga akhir Ramadan?

Berikut 8 cara efektif dan terbukti membantu Anda konsisten membaca Al-Qur'an selama Ramadan.

1. Tetapkan Target yang Realistis

Menentukan target sangat penting agar ibadah lebih terarah. Misalnya:

- 1 juz per hari (khatam 30 hari)

- 2 halaman setiap selesai shalat wajib

- 15–30 menit setelah Subuh dan sebelum tidur

Target yang realistis membantu membangun kebiasaan. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan karena konsistensi lebih utama daripada kuantitas besar tapi tidak berkelanjutan.

2. Jadwalkan Waktu Khusus Tilawah

Waktu terbaik membaca Al-Qur'an selama Ramadan:

- Setelah sahur

- Seusai saalat Subuh

- Menjelang berbuka

- Setelah Tarawih

Dengan menjadikan tilawah sebagai bagian dari rutinitas harian, otak akan menganggapnya sebagai kebiasaan, bukan beban.

3. Gunakan Metode “Cicil Sedikit tapi Rutin”

Daripada membaca banyak sekaligus lalu berhenti beberapa hari, lebih baik membaca sedikit tetapi rutin setiap hari. Secara psikologis, kebiasaan kecil yang konsisten lebih mudah dipertahankan.

Contohnya: 2 halaman setiap selesai shalat - dalam sehari bisa 10 halaman tanpa terasa berat.

4. Manfaatkan Teknologi Digital

Jika mobilitas tinggi, gunakan aplikasi Al-Qur'an digital di smartphone. Banyak aplikasi menyediakan:

- Target khatam

- Pengingat harian

- Tafsir dan terjemahan

Teknologi dapat menjadi alat bantu untuk menjaga konsistensi, bukan pengalih fokus.

5. Bergabung dengan Grup Tadarus

Tadarus bersama keluarga atau komunitas meningkatkan motivasi. Adanya komitmen sosial membuat seseorang lebih bertanggung jawab terhadap targetnya. Lingkungan positif akan memperkuat kebiasaan baik.

6. Pahami Makna yang Dibaca

Membaca terjemahan atau tafsir akan membuat hati lebih terhubung. Ketika memahami makna ayat, membaca Al-Qur'an tidak lagi terasa sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan spiritual. Pemahaman mendalam meningkatkan keterikatan emosional, yang secara empiris memperkuat konsistensi perilaku ibadah.

7. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Siapkan tempat khusus yang nyaman untuk tilawah:

- Bersih

- Tenang

- Minim gangguan

- Pencahayaan cukup

Lingkungan yang kondusif membantu meningkatkan fokus dan kualitas bacaan.

8. Niatkan sebagai Investasi Akhirat

Motivasi internal adalah faktor terkuat dalam menjaga konsistensi. Niat yang benar karena Allah SWT akan melahirkan ketekunan. Ingat bahwa Ramadan hanya datang setahun sekali. Momentum ini tidak selalu bisa kita temui kembali di tahun berikutnya.

Load More