Suhardiman
Rabu, 15 Juli 2026 | 10:39 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah. [Ist]
Baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Musa Rajekshah mendesak pemerintah mempercepat pembangunan jaringan kereta api Trans-Sumatera rute Medan hingga Aceh segera.
  • Pembangunan jalur kereta bertujuan meningkatkan efisiensi transportasi massal, mengurangi polusi, serta mengatasi kemacetan di wilayah Sumatera Utara.
  • Ijeck meminta optimalisasi konektivitas kawasan ekonomi strategis dan perluasan jalur kereta hingga ke wilayah Riau demi pertumbuhan ekonomi.

SuaraSumut.id - Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, mendesak pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Medan hingga Aceh sebagai bagian dari jaringan Kereta Api Trans-Sumatera.

Menurutnya, kereta api saat ini menjadi tranportasi massal yang paling efektif, efisien, aman, ramah lingkungan dan tepat waktu.

Desakan ini disampaikan pria yang akrab disapa Ijeck itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian (DJKA) Perhubungan RI di Senayan.

Dalam forum RDP itu, Ijeck meminta anggaran pembangunan perkretaapian diperkuat dan difokuskan pada perluasan jaringan rel yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Di negara maju, saat ini kereta api merupakan transportasi yang sangat diunggulkan, bahkan jalur kereta api itu lebih banyak dibandingkan jalur kendaraan. Contohnya, Singapura yang menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang selalu ditingkatkan, bahkan sampai kendaraan mobil jauh berkurang mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi," kata Ijeck dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Ijeck juga menyoroti jaringan-jaringan kereta api yang ada di Sumatera Utara yang mengalami kemunduran. Padahal sejak era kolonial Belanda, wilayah Sumatera Utara bahkan sampai Aceh sudah memiliki jalur rel yang jauh lebih luas dibandingkan kondisi saat ini.

"Jalur kereta Medan-Aceh Tamiang itu sudah ada dari zaman Belanda bahkan sekarang jalur kereta bisa dibilang sudah bisa digunakan sampai Aceh Tamiang, karena masih ada jalurnya tapi kita tidak tahu juga kenapa tidak dilanjutkan. Bahkan ada satu jalur lagi yang menghubungkan ke Pangkalan Susu Kabupaten Langkat kenapa ini juga tidak dioperasikan" ujar Ijeck.

Anggota DPR RI Dapil Sumatera Utara 1 mengingatkan pentingnya untuk mengoptimalkan konektivitas menuju kawasan-kawasan ekonomi strategis.

Ia menyebut Pelabuhan Kuala Tanjung yang sudah memiliki jalur kereta api, tetapi pemanfaataanya saat ini masih terbatas untuk angkutan barang dan berharap adanya untuk angkutan penumpang.

Baca Juga: 2 Perempuan Ditetapkan Tersangka dalam Kasus ASN Nias Tewas di Apartemen Medan

"Di Sumatera Utara ada pelabuhan Kuala Tanjung dan pelabuhan Belawan namun hanya sebatas angkutan barang, semoga untuk angkutan penumpangnya segera diadakan agar pertumbuhan ekonomi didaerah tersebut dapat meningkat," ungkap Ijeck.

Ijeck juga mengapresiasi rencana pembangunan jalur kereta api hingga Kota Pinang, namun meminta DJKA tidak menghentikan di titik itu saja.

"Dalam anggaran tadi saya melihat jalurnya sudah sampai Kota Pinang, ini baik tetapi kami berharap jangan sampai Kota Pinang saja, kalau bisa diteruskan sampai Riau agar membuka konektivitas ekonomi lintas Provinsi di Pulau Sumatea," katanya.

Load More