- Hukum mencium istri saat puasa Ramadhan diperbolehkan berdasarkan praktik Nabi Muhammad SAW yang telah dicontohkan.
- Umat Islam dapat merujuk pada hadis Bukhari dan Muslim yang menunjukkan Rasulullah mencium dan menyentuh istri saat berpuasa.
- Hal terpenting adalah kemampuan menjaga pengendalian diri agar sentuhan atau ciuman tersebut tidak melampaui batas pembatal puasa.
SuaraSumut.id - Pertanyaan mengenai hukum mencium istri saat puasa Ramahan sering muncul di tengah masyarakat. Banyak pasangan Muslim ingin memastikan bahwa tindakan kasih sayang seperti mencium atau menyentuh pasangan tidak membatalkan ibadah puasanya.
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Ustaz Alhafiz Kurniawan, menjelaskan bahwa mencium atau menyentuh istri saat berpuasa boleh saja, sebab Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal itu.
Meski Al Quran tidak menyebutkan secara detail atau eksplisit tentang bolehnya tidaknya seseorang mencium pasangan sah saat puasa, kata Alhafiz Kurniawan, namun umat Islam dapat merujuk pada praktik yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, katanya, disebutkan bahwa Rasulullah, orang dengan kontrol diri dan kendali hawa nafsu yang paling baik, tetap mencium dan menyentuh istrinya dalam keadaan berpuasa.
"Ketika Nabi kita memberikan contoh bahwa puasa itu boleh lho bersentuhan, boleh lho mengecup pasangan. Artinya ini bisa dilakukan oleh kita yang memang pada dasarnya sedang berlatih memiliki keterampilan atau kecakapan atau kepiawaian di dalam menahan hawa nafsu kita terhadap pasangan dalam keadaan berpuasa," katanya.
Poin pentingnya adalah bagaimana seseorang mampu memiliki pengendalian diri yang kuat agar tidak melampaui batas yang dapat membatalkan ibadah puasa.
Menurutnya, jika Nabi Muhammad SAW saja yang punya kontrol diri bagus mencium pasangannya saat berpuasa, apalagi orang biasa yang hawa nafsunya seringkali datang dan pergi.
Alhafiz mengatakan, jika seseorang punya kebiasaan mencium atau bersentuhan dengan istrinya di luar bulan Ramadhan, kebiasaan itu bisa tetap dilanjutkan selama bulan suci selama tetap mampu menjaga batasan yang ada. [Antara]
Berita Terkait
-
Jadwal Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha 2026: Lengkap Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
-
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berurutan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Keutamaan, Tata Cara, dan Hal yang Membatalkan
-
Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SalamAir Buka Penerbangan Muscat-Kualanamu Mulai 4 Juli 2026
-
Medan Jadi Pusat Pembelajaran Lapangan, Pasdik Sespimmen Polri Godok Kepemimpinan Transformatif
-
Murah Tapi Kualitas Premium! Ini 3 Bedak Padat Terbaik untuk Kulit Berminyak
-
4 Parfum Pria di Alfamart yang Wanginya Elegan, Tahan Lama, dan Harga Terjangkau
-
Bukan Brand Luar, 6 Sepatu Lari Lokal Ini Justru Diburu Runner Mei 2026