Suhardiman
Minggu, 12 April 2026 | 17:57 WIB
Kompleks Sa'dabad rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari di Teheran, Iran pada 18 Maret 2026. [ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri]
Baca 10 detik
  • Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menyebabkan kerusakan pada 140 situs budaya di Iran.
  • Total kerugian ekonomi akibat kerusakan warisan budaya di 20 provinsi tersebut diperkirakan mencapai Rp837,4 miliar.
  • Teheran menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 63 situs rusak dibandingkan daerah lainnya seperti Isfahan dan Golestan.

SuaraSumut.id - Peningkatan konflik yang melibatkan Isreal dan Amerika Serikat berdampak fatal pada kekayaan budaya Iran. Sedikitinya 140 situs warisan budaya yang tersebar di 20 provinsi dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan kantor berita IRNA, total kerugian diperkirakan mencapai 49 juta dollar AS atau sekitar Rp837,4 miliar.

Menteri Warisan Budaya, Pariwisata dan Kerajinan Iran Reza Salehi Amiri mengatakan bahwa angka tersebut merupakan data awal dan kemungkinan akan berubah seiring berlangsungnya evaluasi.

Data menunjukkan bahwa Teheran menjadi wilayah yang terdampak sangat parah.
Ada 63 situs warisan yang mengalami kerusakan. Kemudian, Isfahan 23 situs dan Golestan 12 situs.

Melansir Antara, Amiri menyebut serangan itu menyebabkan kerusakan luas pada aset budaya di berbagai wilayah selama periode pelaporan.

Insiden bermula saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Teheran lalu merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Yordania, Irak, dan Teluk tempat aset militer AS berada. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Load More