- Seorang wanita berinisial AP mengamuk dan mengancam karyawan toko PStore di Medan menggunakan parang pada April 2026.
- Aksi tersebut dipicu kekecewaan pelaku karena merasa tertipu setelah mengalami kerugian Rp10 juta akibat promosi iPhone palsu.
- Pelaku kini telah diamankan oleh pihak Polsek Medan Kota untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut terkait tindakannya.
SuaraSumut.id - Seorang perempuan pembeli handphone berinisial AP (28) mengancam karyawan toko ponsel di Medan, viral di media sosial.
Dalam video tampak wanita tersebut tampak membawa senjata tajam dan meluapkan emosinya kepada karyawan toko PStore. Aksi tersebut pun sempat membuat panik orang-orang di sekitar lokasi.
Kejadian tersebut dipicu rasa kecewa pelaku yang mengaku merasa tertipu setelah membeli iPhone promo dari toko tersebut melalui media sosial.
Kini, AP telah diamankan di Polsek Medan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Pelaku mengaku mengancam korban karena merasa tertipu dengan toko Ps Store," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan kepada SuaraSumut.id, Minggu, 19 April 2026.
Poltak mengatakan, awalnya AP melihat promosi iPhone 13 dengan harga Rp2.000.000 di media sosial PStore. Tertarik dengan penawaran tersebut, ia langsung mentransfer uang sesuai nominal yang diminta.
Namun, setelah pembayaran dilakukan, pihak toko kembali meminta tambahan dana sebesar Rp3.500.000 dengan alasan sebagai jaminan.
Tidak berhenti di situ, permintaan uang terus berlanjut hingga total kerugian yang dialami AP mencapai Rp10 juta. Meski sudah mengirim sejumlah uang, ponsel yang dijanjikan tak kunjung diterima.
"Pelaku mentransfer dan dimintai lagi sampai kerugiannya Rp 10 juta. Tapi, HP yang sudah dipesan tidak kunjung datang," ujar Poltak.
Merasa kesal dan dirugikan, AP akhirnya mendatangi langsung toko tersebut untuk meminta uangnya dikembalikan.
Di lokasi, ia bertemu dengan salah seorang karyawan toko bernama Adelia Nurhamdah (26), warga Jalan Selamat, Kecamatan Medan Amplas.
Pertemuan itu berubah menjadi cekcok panas. Dalam emosi yang memuncak, AP mengambil parang dari dalam tasnya dan mengancam korban.
"Pelaku mengambil parang di dalam tasnya dan mengancam korban dengan berkata 'penipu kalian semua, kembalikan uang aku'," sebut Poltak.
Beruntung, aksi tersebut segera dihentikan oleh petugas keamanan bersama warga sekitar sebelum situasi semakin memburuk.
Pihak sekuriti kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Kota dan menyerahkan pelaku kepada polisi.
Berita Terkait
-
Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor
-
Viral Biksu Mesum dan Korup, Lembaga Budha Thailand Bantah Ada Kasus di Kuil Lain
-
Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI
-
Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis
-
Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus
-
Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan
-
Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan
-
Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet
-
Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan