- Pemilihan sepatu lari yang tidak tepat oleh masyarakat dapat meningkatkan risiko cedera lutut, tumit, dan tendon kaki.
- Dokter spesialis menyarankan penggunaan sepatu dengan bantalan khusus untuk meredam benturan serta menjaga stabilitas saat berlari.
- Lima rekomendasi sepatu lari seperti Adidas, ASICS, New Balance, Hoka, dan Nike berfungsi memberikan perlindungan maksimal kaki.
SuaraSumut.id - Tren lari semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai rutin berlari demi menjaga kebugaran, menurunkan berat badan, hingga mengelola stres. Namun di balik tren tersebut, dokter spesialis kedokteran olahraga justru menemukan satu masalah yang sering diabaikan: banyak pelari menggunakan sepatu yang salah.
Kesalahan memilih sepatu lari ternyata menjadi salah satu penyebab paling sering dari berbagai cedera, mulai dari nyeri lutut, sakit tumit, plantar fasciitis, hingga cedera tendon.
Ironisnya, sebagian besar pelari mengira semua sepatu lari sama saja selama terasa nyaman saat dipakai.
Padahal, dalam dunia kedokteran olahraga, sepatu memiliki fungsi yang jauh lebih penting. Sepatu yang tepat dapat meredam benturan ketika kaki menyentuh tanah, menjaga stabilitas tubuh saat berlari, menopang lengkungan kaki secara optimal,
Jika fungsi tersebut tidak terpenuhi, tekanan pada kaki dan sendi bisa meningkat secara signifikan. Berikut rekomendasi sepatu lari yang sering direkomendasikan dokter olahraga dan komunitas pelari karena mampu memberikan perlindungan maksimal bagi kaki:
1. Adidas Ultraboost Light
Jika Anda sering berlari di jalan kota yang keras seperti aspal atau trotoar, sepatu ini bisa menjadi pilihan tepat.
Teknologi Boost foam memberikan bantalan empuk sekaligus responsif, sehingga kaki tetap nyaman meski berlari di permukaan keras. Sepatu ini populer di kalangan pelari urban.
2. ASICS Gel-Nimbus 26
Seri Nimbus merupakan salah satu sepatu yang paling sering direkomendasikan dalam dunia medis olahraga.
Teknologi gel cushioning miliknya membantu menyerap tekanan berlebih pada sendi, sehingga sangat cocok untuk pelari dengan berat badan lebih tinggi atau yang sering mengalami nyeri kaki setelah berlari. Sepatu ini juga efektif untuk mencegah cedera akibat overtraining.
3. New Balance Fresh Foam X 1080v13
Sepatu ini menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan: sangat nyaman namun tetap stabil. Fresh Foam X 1080v13 cocok untuk pelari dengan bentuk kaki netral yang membutuhkan perlindungan maksimal tanpa kehilangan fleksibilitas langkah. Model ini sering dipakai untuk latihan rutin dan long run.
4. Hoka Clifton 9
Sepatu ini terkenal dengan cushioning tebal namun tetap ringan. Bantalan empuknya membantu mengurangi tekanan pada lutut dan tumit saat kaki menghantam permukaan jalan.
Berita Terkait
-
4 Sepatu Lari Anak Terbaik Berdasarkan Review Pengguna, Ringan dan Super Nyaman
-
6 Sepatu Lari Lokal Warna Biru dengan Teknologi Penunjang Kenyamanan
-
Sepatu Lari Merek Apa yang Paling Populer di Indonesia?
-
4 Sepatu Lari Warna Pink Merek Lokal untuk Wanita, Lengkap Review Pembeli
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bebas Produk Tiruan! Beli Masker Wajah Skintific Original di Blibli
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Kronologi Suami Guru di Tanjungbalai Cabuli Anak Yatim Piatu, Korban Dibujuk Main HP
-
Direktur Politeknik Negeri Medan Tinjau Langsung Pelaksanaan Ujian Masuk
-
Guru di Tanjungbalai Diamuk Warga, Diduga Bawa Siswa SD ke Suami untuk Dicabuli