- Pengguna sering melakukan kesalahan penempatan alat di sudut ruangan yang menghambat sirkulasi udara serta menurunkan performa penyaringan.
- Kelalaian dalam membersihkan atau mengganti filter secara rutin menyebabkan mesin bekerja lebih berat dan kinerja alat menurun.
- Penggunaan yang tidak konsisten dan ketidaksesuaian kapasitas alat dengan luas ruangan membuat kualitas udara tetap tidak optimal.
SuaraSumut.id - Air purifier semakin populer digunakan di rumah maupun kantor untuk menjaga kualitas udara tetap bersih. Alat ini dinilai mampu menyaring debu, alergen, hingga partikel berbahaya yang tidak terlihat oleh mata.
Namun ironisnya, banyak orang menggunakan air purifier dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya, alat yang seharusnya membantu membersihkan udara justru tidak bekerja maksimal.
Bahkan dalam beberapa kasus, udara di ruangan tetap terasa pengap meskipun alat sudah dinyalakan. Agar tidak mengalami hal tersebut, berikut beberapa kesalahan penggunaan air purifier yang sering terjadi dan perlu dihindari.
1. Meletakkan Air Purifier di Sudut Ruangan
Kesalahan paling umum adalah menaruh air purifier di sudut ruangan atau terlalu dekat dengan dinding dan furnitur.
Padahal, posisi ini bisa menghambat aliran udara yang masuk ke dalam mesin. Jika sirkulasi udara terganggu, proses penyaringan partikel tidak akan berjalan optimal.
Untuk itu, letakkan air purifier di area terbuka dengan jarak minimal 30–50 cm dari dinding agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.
2. Tidak Rutin Membersihkan Filter
Filter merupakan komponen utama dalam air purifier. Bagian ini bertugas menangkap debu, bakteri, dan partikel kecil lainnya.
Jika filter terlalu kotor dan tidak pernah dibersihkan atau diganti, kemampuan alat untuk menyaring udara akan menurun drastis.
Akibatnya udara tetap terasa kotor, mesin bekerja lebih berat, konsumsi listrik bisa meningkat. Ada baiknya periksa kondisi filter setiap 1-3 bulan tergantung intensitas penggunaan.
3. Hanya Menyalakan Saat Udara Terasa Buruk
Banyak orang berpikir air purifier hanya perlu digunakan ketika udara terasa tidak nyaman atau berdebu.
Padahal, sebagian besar polusi udara di dalam ruangan tidak terlihat oleh mata. Debu mikro, serbuk sari, dan partikel halus bisa terus beredar tanpa disadari.
Karena itu, penggunaan air purifier sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama di ruangan yang sering digunakan.
Tag
Berita Terkait
-
Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang
-
Tips Memilih dan 5 Rekomendasi Bedak yang Makin Berkeringat Semakin Bagus
-
Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot
-
Sebelum Beli, Yuk Simak 5 Tips Menemukan Serum Wajah yang Pas untukmu!
-
Tips Nonton Java Jazz Festival 2026 Usai Pindah ke NICE PIK 2, Jangan Salah Kostum
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tower Roboh, 5 Wilayah di Sumut Kena Pemadaman Listrik, PLN Cuma Minta Maaf
-
Pokemon Luncurkan Booster Pack Edisi 30 Tahun, Hadirkan Kartu Langka
-
Jokowi Bakal Nonton Piala AFF U-19 di Stadion Utama Sumut, Pengamanan Berlapis Disiapkan
-
1.992 Rumah Terdampak Banjir di Medan
-
20 Rumah Rusak Berat Akibat Cuaca Ekstrem