- Polres Sergai menggelar rekonstruksi 33 adegan pembunuhan Irawati oleh dua tersangka, Zulkifli dan Anita, pada Senin, 27 April 2026.
- Proses rekonstruksi sempat ricuh karena keluarga korban meluapkan emosi saat tersangka memperagakan aksi keji menutupi jasad dengan sampah.
- Kedua tersangka terancam hukuman mati akibat melakukan pembunuhan berencana terhadap korban yang dipicu motif sakit hati masalah uang.
SuaraSumut.id - Rekonstruksi kasus pembunuhan Irawati yang berlangsung di halaman Mapolres Sergai, Senin, 27 April 2026, berubah menjadi momen penuh emosi dan ketegangan.
Keluarga korban tak mampu menahan amarah saat melihat langsung bagaimana nyawa orang tercinta direnggut secara keji.
Melansir Antara, sebanyak 33 adegan diperagakan oleh dua tersangka, Zulkifli dan Anita alias Utet, untuk mengungkap secara rinci kronologi pembunuhan tersebut.
Namun, situasi memanas saat memasuki adegan ke-27. Pada adegan tersebut, kedua tersangka memperagakan tindakan tidak manusiawi, yaitu menutupi jasad korban dengan sampah lalu meninggalkan begitu saja.
Suami korban, Efendi yang tidak tahan melihat adegan itu langsung berlari menghampiri kedua tersangka dan nyaris menghajarnya. Beruntung petugas bertindak cepat mencegah aksi tersebut.
Ketegangan belum berakhir. Di adegan ke-33, anak perempuan korban bernama Ira
menyerang tersangka saat digiring ke pintu masuk. Situasi sempat ricuh hingga dapat kembali diamankan oleh petugas.
Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Binrod Situngkir mengatakan, rekonstruksi digelar untuk melihat rangkaian kasus ini secara terang benderang dengan memperagakan 33 adegan.
"Dari seluruh rangkaian yang dilakukan penyidik, ada 33 adegan, tentunya ini dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap tindak pidana yang terjadi", kata Kasat.
Para tersangka sebelumnya melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum melakukan pembunuhan, dengan cara mendorong dan mencekik korban hingga tewas.
"Motifnya sakit hati, karena korban menjanjikan akan memberikan uang satu juta, saat pelaku Utet mengasuh, cucu korban," katanya.
Untuk kedua tersangka katanya dikenakan pasal 429 KUHP Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup.
Berita Terkait
-
Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka
-
Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling
-
Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember
-
Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi
-
Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel
-
Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!
-
Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang
-
Komplotan Pencuri Motor Modus Tabrak Adik Ditangkap, Beraksi di 50 TKP Sumut