- Bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 menyebabkan ekonomi Aceh terkontraksi sebesar 1,61 persen pada triwulan keempat tahun tersebut.
- Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Aceh akan pulih secara bertahap dengan target pertumbuhan hingga 4,6 persen pada 2027.
- Pemulihan ekonomi dilakukan melalui percepatan rehabilitasi infrastruktur, rekonstruksi jalur distribusi, serta perbaikan sektor pertanian di wilayah Aceh.
SuaraSumut.id - Perekonomian di Aceh sempat terpukul setelah bencana hidrometeorologi melanda sebagian besar wilayah pada akhir 2025. Namun, optimisme mulai muncul.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh memprediksi ekonomi daerah tersebut akan kembali tumbuh pada 2026-2027. Optimisme ini muncul seiring rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Kita tetap optimis ke depan perekonomian di Aceh akan tumbuh semakin baik," kata Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini, melansir Antara, Selasa, 28 April 2026.
Agus menyampaikan, pascabencana hidrometeorologi yang melanda 18/ kabupaten/kota di Aceh pada November 2025 lalu, telah membuat ekonomi Aceh pada triwulan IV tahun 2025 mengalami kontraksi -1,61 persen secara tahun ke tahun (y-on-y).
Kemudian, pertumbuhan ekonomi Aceh sepanjang 2025 juga melambat hanya mencapai 2,97 persen dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,46 persen.
"Dan juga ini lebih rendah dibanding daerah lain yang terdapat bencana untuk triwulan IV 2025, yaitu Sumatera Utara masih 4,23 persen dan Sumatera Barat 1,69 persen. Memang dampak kemarin cukup besar terjadi di Aceh, sehingga kita menjadi minus," ujarnya.
Ia menuturkan, bencana hidrometeorologi memang telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap penduduk maupun kehidupan masyarakat Aceh. Apalagi, puluhan ribu hektare sawah hingga perkebunan telah rusak diterjang banjir, sehingga mempengaruhi perekonomian Aceh.
Meski demikian, Agus menyatakan bahwa ekonomi Aceh diprediksi berangsur pulih pada 2026 hingga mencapai angka 3,30 atau 4,30 persen. Artinya, akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi di 2025.
"Pertumbuhan ekonomi Aceh, diperkirakan juga terus membaik pada 2027 dan bahkan bisa mencapai 3,70-4,60 persen (y-on-y) karena adanya upaya pemulihan pascabencana," kata Agus.
Dirinya juga menyampaikan, dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi di Aceh, maka perlu dilakukan beberapa langkah seperti percepatan rekonstruksi jalur distribusi utama yang memprioritaskan koridor serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan.
Kemudian, mempercepat rehabilitasi lahan pertanian untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut hingga bisa membantu mengendalikan inflasi. Mengingat kontribusi besar ekonomi Aceh dari pertanian.
"Serta, menyediakan proyek rekonstruksi infrastruktur dan fasilitas umum sebagai salah satu jalan meningkatkan kinerja investasi. Memungkinkan bantuan yang masuk ini sebagai pendorong ekonomi Aceh," ujarnya.
Dirinya menambahkan, sejauh ini memang belum terlihat adanya investasi yang masuk ke Aceh pascabencana. Maka, menjadi tantangan bersama untuk mendorong hadirnya penanaman modal untuk Aceh.
Ia kembali menegaskan, bahwa pihaknya terus berpikir bagaimana ekonomi Aceh mengalami pertumbuhan baik di 2026, dan bisa kembali normal pada 2026 mendatang.
"Pada 2027, harapan kami kalau semua dalam kondisi baik atau tidak ada bencana lanjutan. Maka Insya Allah pertumbuhan ekonomi kita akan kembali normal seperti sebelum terjadi bencana," demikian Agus Chusaini
Berita Terkait
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur
-
Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
Terkini
-
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun
-
Mendagri Apresiasi Sumut Hibah Rp260 Miliar ke Daerah Terdampak di Aceh
-
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Kinerja, Segmen Commercial BRI Melonjak di 2025
-
Dukung Ajang Legenda Dunia, BRI Hadirkan Experience Eksklusif bagi Nasabah
-
Adegan ke-27 Jadi Titik Panas! Rekonstruksi Pembunuhan di Sergai Nyaris Ricuh