- BMKG memprediksi wilayah Sumatera Utara dilanda hujan intensitas sedang hingga sangat lebat mulai 27 April sampai 4 Mei 2026.
- Peningkatan curah hujan dipicu oleh pemanasan permukaan yang kuat serta adanya pertemuan angin konvergensi di wilayah pegunungan Sumut.
- Masyarakat di berbagai daerah diimbau waspada terhadap bencana hidrometeorologi serta memantau informasi cuaca terkini untuk keselamatan aktivitas sehari-hari.
SuaraSumut.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan.
Kondisi cuaca ini diprediksi terjadi pada 27 April hingga 4 Mei 2026. Informasi itu disampaikan BMKG dalam unggahan di akun Instagram @infobmkgsumut, dilihat Selasa, 28 April 2026.
"BBMKG Wilayah I Medan mencatat terdapat peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Sumut pada 27 April-4 Mei 2026," tulisnya.
Terdapat beberapa faktor yang memicu potensi hujan di wilayah Sumut dalam beberapa hari ke depan, seperti adanya pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari.
Selain itu, adanya pertemuan angin konvergensi dan konfluensi di pantai barat hingga pegunungan Sumut sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
BMKG memberikan peringatan dini daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam periode tersebut, antara lain Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Simalungun hingga Toba.
Dilanda Cuaca Panas
Dalam sepekan terakhir, Sumatera Utara juga dilanda cuaca panas dengan suhu udara maksimum 36,3 derajat celcius dan terendah 24 derajat celcius.
Pada pekan lalu curah hujan memiliki maksimun 1,4 M, kecepatan angin maksimum mencapai 10 knots yang bergerak ke timur laut.
BMKG juga mengeluarkan imbauan agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai angin kencang. Kemudian, periksa drainase disekitar tempat tinggal untuk mencegah genangang.
"Bagi yang tinggal di daerah rawan longsor, agar meningkatkan keslapsiagaan.
Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas," tulisnya.
Berita Terkait
-
OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?
-
Tips Memilih Parfum untuk Musim Hujan: Ini Jenis Aroma yang Cocok dan Tahan Lama
-
Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC