- Belasan siswa SD Swasta Terpadu As Syifa di Deli Serdang mengalami keracunan makanan pada Selasa, 28 April 2026.
- Dugaan sementara keracunan disebabkan oleh kualitas ayam tidak segar pada menu makanan yang disalurkan oleh pihak SPPG.
- Badan Gizi Nasional Sumut menutup operasional SPPG tersebut dan memastikan seluruh siswa terdampak telah menerima perawatan medis.
SuaraSumut.id - Insiden mengejutkan terjadi di SD Swasta Terpadu As Syifa di Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa, 28 April 2026.
Belasan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan bergizi yang disajikan di sekolah. Para siswa mengalami mual dan muntah, sehingga dilarikan ke puskesmas terdekat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan menjelaskan, kejadian itu bermula saat siswa menerima menu makanan bergizi yang disalurkan dari SPPG Pagar Merbau Tanjung Garbus 2.
Menu yang disajikan berupa dari nasi, ayam bakar, pisang, tahu tempe, tahu crispy, timun, dan selada.
Namun, tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, belasan siswa merasakan mual disertai muntah. Dugaan sementara, penyebab keracunan berasal dari kualitas ayam yang kurang baik.
"(Diduga penyebab) ayam yang digunakan kurang fresh," kata Agung saat dikonfirmasi SuaraSumut.id, Rabu, 29 April 2026.
Namun demikian, Agung belum dapat memastikan kondisi ayam secara rinci. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara pasti bakteri penyebab insiden tersebut.
Ia menegaskan seluruh siswa yang terdampak langsung dibawa ke fasilitas kesehatan dan pihaknya bertanggung jawab penuh atas proses pengobatan.
"Kemarin, ada 4 orang yang sudah pulang dan 8 yang harus rawat inap," ungkap Agung.
Kondisi terkini, kata Agung, delapan anak yang menjalani perawatan sudah membaik.
"Hari ini (8 anak yang dirawat) sudah pulang," ucapnya.
Terkait dengan SPPG yang menyajikan menu tersebut, BGN Sumut telah mengambil tindakan tegas, agar kejadian memilukan itu tidak terulang.
"SPPG-nya sudah ditutup," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 222 SPPG
-
Nanik S Deyang Menghadap Prabowo, Bawa Kabar Gembira soal Efisiensi Anggaran MBG
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Viral 'Rayap Besi' di Medan Nekat Tantang Polisi Duel, Tak Terima Ditegur Curi Kabel
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap