- Pemerintah Kota Banda Aceh menutup permanen Daycare Baby Preneur pasca terjadinya kasus penganiayaan balita di lokasi tersebut.
- Penutupan dilakukan sebagai langkah tegas pemerintah untuk menjamin keselamatan anak serta menanggapi keresahan masyarakat Kota Banda Aceh.
- Pemkot Banda Aceh memberikan pendampingan dan fasilitas penitipan sementara bagi 30 anak yang terdampak penutupan daycare tersebut.
SuaraSumut.id - Kasus dugaan penganiayaan balita berusia 18 tahun di Daycare Baby Preneur, Desa Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh terus berlanjut.
Terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menyegel dan menutup permanen tempat penitipan anak tersebut. Penyegelan dilakukan dengan memasang garis pembatas beserta stiker penutupannya.
"Kita melakukan penyegelan secara permanen karena sudah terbukti ada kesalahan. Kami pastikan tempat daycare ini tidak diberikan izin kembali," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, melansir Antara, Kamis, 30 April 2026.
Afdhal menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, dengan memprioritaskan keselamatan perempuan dan anak.
Ia mengingatkan kepada tempat penitipan anak atau daycare lainnya di Banda Aceh untuk dapat mengurus izin serta mematuhi standar-standar sesuai ketentuan berlaku.
"Dalam waktu dekat ini, kita juga memberikan edaran untuk melakukan pengurusan bagi yang belum mendapatkan izin. Karena masih banyak yang belum memiliki izin," ujarnya.
Langkah ini perlu dilakukan mengingat kasus tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terutama kaum ibu-ibu, mereka ingin pemerintah memastikan keamanan anak-anaknya.
"Gara-gara satu kejadian yang kita anggap oknum ini telah meresahkan satu Banda Aceh. Banyak masuk laporan ke kami dari ibu-ibu ingin Pemko Banda Aceh hadir di seluruh daycare dan menindak daycare negatif (yang bermasalah)," katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa terhadap 30 anak-anak yang sebelumnya dititip pada daycare bermasalah tersebut bakal diberikan pendampingan, serta memberikan fasilitas pelayanan sementara.
"Info yang kami dapat ada 30 orang yang ikut daycare itu, nanti akan difasilitasi. Apakah melalui kerjasama dengan pihak swasta yang mempunyai izin, atau pemerintah menyediakan tempat yang layak untuk sementara kami titipkan anak-anaknya," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum
-
Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas