- Pria lanjut usia berinisial AS ditemukan terluka di Pandan, Tapanuli Tengah pada Sabtu malam, 25 April 2026.
- Polisi mengungkap AS berbohong mengenai insiden begal setelah menemukan kejanggalan pada keterangan serta pola lukanya.
- Hasil penyelidikan membuktikan AS melukai dirinya sendiri akibat depresi setelah ditinggalkan keluarga dan merasa diusir.
SuaraSumut.id - Di sebuah sudut sunyi di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebuah kisah memilukan terungkap. Bukan tentang kejahatan jalanan, melainkan tentang kesepian yang melukai lebih dalam dari pisau apa pun.
Seorang pria lanjut usia berinisial AS (66) awalnya ditemukan dengan luka di leher dan lengannya. Malam itu, Sabtu 25 April 2026 sekitar pukul 22.55 WIB, ia terkulai lemah saat dibawa ke UGD RSUD Pandan.
Cerita yang ia sampaikan terdengar seperti kisah kriminal biasa. Ia mengaku menjadi korban begal, dibekap dari belakang dan disayat oleh pelaku begal.
Namun, seiring waktu, kisah itu mulai terkuat. Pihak kepolisian dari Polsek Pandan, Polres Tapteng, menemukan kejanggalan.
Luka pada tubuh AS tidak menunjukkan pola serangan acak seperti yang biasa ditemukan pada korban begal. Keterangan korban pun berubah-ubah.
"Petugas di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan pada pola luka dan keterangan korban yang berubah-ubah," kata Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, Kamis, 30 April 2026.
Penyelidikan pun berlanjut. Polisi tidak hanya mengandalkan pengakuan, tetapi juga menggali informasi dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi. Dan di sanalah kenyataan pahit mulai terkuak.
AS ternyata tidak sedang melawan perampok, melainkan sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat.
Menurut keterangan adiknya, Rosnidar, AS sebelumnya ditinggalkan oleh anak dan menantunya.
Seorang saksi, David Chaniago, pemilik warung di Kelurahan Lubuk Tukko, mengungkapkan bahwa AS telah beberapa hari tinggal di warungnya karena merasa diusir dari rumah di Kecamatan Sorkam.
"Bahkan, korban sempat berniat mengajukan diri ke Dinas Sosial agar dapat ditempatkan di panti jompo," ujarnya.
Kebenaran akhirnya muncul setelah pendekatan persuasif dari pihak kepolisian. AS mengaku melukai dirinya sendiri.
Di sebuah rumah kosong di Jalan Zainul Basri Hutagalung, sekitar 150 meter dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tapteng, ia menyayat leher dan lengannya menggunakan pisau cutter.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama
-
Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman