Suhardiman
Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:33 WIB
Konten kreator Jully Yandi Saputra. [Ist]
Baca 10 detik
  • Jully Yandi Saputra asal Aceh sukses menjadi selebgram parodi karakter Mak-Mak sejak awal pandemi tahun 2021.
  • Kreator ini berhasil menarik ratusan ribu pengikut melalui kemampuan akting unik serta kontras persona yang maskulin.
  • Jully memanfaatkan popularitas media sosial untuk mengembangkan berbagai bisnis UMKM kuliner dan produk perawatan kecantikan lokal.

SuaraSumut.id - Di balik layar ponsel ratusan ribu pengikutnya, sosok 'Mak-Mak Aceh' yang cerewet, lucu, dan sangat identik dengan kearifan lokal kerap mengundang tawa.

Namun, siapa sangka di balik daster dan gaya ikonik tersebut, terdapat sosok pemuda tampan nan maskulin bernama Jully Yandi Saputra.

Pemuda kelahiran 3 Juli 1996 asal Desa Leupung, Aceh Besar ini telah bertransformasi menjadi salah satu selebgram paling berpengaruh di Banda Aceh.

Langkah Jully di dunia konten kreator dimulai pada tahun 2021, saat pandemi Covid-19 melanda. Mengisi waktu di tengah pembatasan aktivitas, ia mulai bereksperimen dengan konten parodi.

"Semasa covid tahun 2021 saya memulai ide saya ini menjadi konten kreator. Saat itu aktivitas saya sangat terbatas, makanya saya mencoba untuk memulai membuat konten parodi di handphone," kata Jully, Jumat 15 Mei 2026

Kemampuannya menirukan berbagai bahasa daerah dan memparodikan karakter ibu-ibu (Mak-Mak) khas Aceh dengan sangat akurat membuat namanya cepat meroket.

Hingga saat ini, Jully telah berhasil menghimpun 150 ribu pengikut di Instagram dan 165 ribu pengikut di TikTok. Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah perbedaan drastis antara persona konten dengan kehidupan aslinya.

Jika dalam video ia tampak lincah memerankan karakter ibu-ibu, dalam kesehariannya Jully dikenal sebagai pria yang tampan dan bergaya hidup 'macho'. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya berbeda dari selebgram Aceh kebanyakan.

Jully tidak hanya puas dengan popularitas di media sosial. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun bisnis dari titik nol. Kini, ia sukses mengelola beberapa lini usaha yang viral di Tanah Rencong mulai dari kuliner hingga parfum.

"Saya membuka Peyek Guzel pada tahun 2020, yaitu camilan UMKM yang sempat viral dan menjadi buruan masyarakat di Aceh. Saya juga meluncurkan brand lip serum bernama Julsecret pada tahun 2025 yang menyasar pasar perawatan wajah serta memiliki brand parfum sendiri dengan label Jyyso," ujarnya.

Perjalanan Jully membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batasan geografis. Dengan kemampuan multi-talentanya, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM.

Kini, sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Aceh bahwa menjadi konten kreator bukan sekadar mencari popularitas, melainkan jembatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan brand yang kuat.

Load More