- Wahyudi Kurniawan tewas setelah ditikam ayah dan anak bernama SPO serta SPT di Labuhanbatu Selatan, Kamis 14 Mei 2026.
- Perkelahian dipicu kesalahpahaman terkait pesan WhatsApp korban kepada anak perempuan salah satu pelaku di Dusun Kandang Motor.
- SPO menikam punggung korban menggunakan pisau, dan kedua pelaku kini telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum lanjut.
SuaraSumut.id - Seorang remaja bernama Wahyudi Kurniawan (17) di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, tewas diduga akibat ditikam.
Peristiwa terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026 sore, di dusun Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba.
Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga menjelaskan, kejadian
bermula saat korban bersama rekannya Aldo Aima Panggabean melintas menggunakan sepeda motor di depan rumah pelaku SPT alias Tio.
Saat itu pelaku diduga melempar batu ke arah korban sambil meminta mereka berhenti. Namun, korban bersama rekannya memilih melanjutkan perjalanan.
Tak lama berselang, korban dan Aldo mendatangi rumah Muhammad Ridwan alias Glembo di Dusun Kandang Motor untuk mengajak berjalan-jalan.
Sekitar 30 menit berbincang di depan rumah tersebut, SPT datang bersama ayahnya SPO alias Yetno menggunakan sepeda motor.
Pertemuan itu kemudian berubah menjadi cekcok mulut. SPO alias disebut mempertanyakan alasan korban menghubungi anak perempuannya melalui pesan WhatsApp.
"Korban membantah tudingan tersebut hingga akhirnya terjadi perkelahian antara SPT alias Tio dengan Wahyudi (korban)," ujar Kapolsek.
Di tengah situasi yang memanas, saksi Ridwan sempat berusaha melerai pertikaian. Namun, karena anaknya diduga tidak mampu mengimbangi korban, SPO disebut turun tangan sambil membawa sebilah pisau dan menikam bagian punggung kiri belakang korban.
"Korban langsung terjatuh dan mengeluarkan banyak darah. Setelah kejadian, kedua pelaku meninggalkan lokasi," ucap Kapolsek.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi pihak kepolisian.
Polisi kemudian turun ke lokasi dan melakukan olah TKP hingga penyelidikan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, identitas para pelaku berhasil dikantongi polisi.
"Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku, namun keduanya sudah tidak berada di tempat," jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Kapolsek, insiden berdarah tersebut diduga dipicu persoalan pribadi terkait komunikasi korban dengan anak perempuan salah satu pelaku melalui aplikasi WhatsApp.
Kapolsek meminta pihak keluarga agar bersikap kooperatif dan menyerahkan para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berita Terkait
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza
-
Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang
-
Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi
-
Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Aktif di Kasus Korupsi MBG
-
Eks Ketua Ormas di Medan Ditangkap Diduga Jadi Pengelola Judi Tembak Ikan
-
Bandara Kualamu Catat 178.766 Orang Penumpang pada Libur Sekolah
-
Persediaan Beras di Sabang-Simeulue Cukup