- Wali murid SMA Negeri 1 Meulaboh keberatan dengan biaya seragam sebesar Rp1,7 juta hingga Rp1,9 juta per siswa.
- Pihak sekolah menyatakan bahwa pengelolaan dana atribut tersebut sepenuhnya merupakan kebijakan dan wewenang pihak komite sekolah.
- Komite sekolah menegaskan pembayaran seragam bersifat fleksibel dan tidak menjadi syarat mutlak proses pendaftaran ulang siswa baru.
SuaraSumut.id - Sejumlah wali siswa baru SMA Negeri 1 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengeluhkan besarnya biaya pengadaan atribut.
Para wali siswa baru mengaku keberatan dengan biaya seragam dan atribut sekolah yang mencapai Rp 1,7 juta hingga Rp 1,9 juta per siswa sebagai bagian dari proses pendaftaran ulang.
"Pengelolaan dan penentuan biaya atribut tersebut sepenuhnya merupakan ranah dan kebijakan komite sekolah, bukan pihak sekolah," kata Plt Kepala SMA Negeri 1 Meulaboh, Aceh Barat, Isnayati Mus, melansir Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia mengatakan seluruh proses pengadaan dan pengelolaan dana atribut ditangani langsung oleh pihak komite. Sekolah sengaja tidak terlibat guna menghindari pelanggaran regulasi yang berlaku.
Kebijakan penyeragaman atribut melalui komite ini juga bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
"Sekolah tidak melakukan apa-apa. Sekolah pun sangat paham bagaimana regulasi, ya, yang tidak membolehkan (memungut biaya) dan segala macam. Jadi sekolah tidak mau terlibat sama sekali," ujarnya.
Pada tahun ajaran ini, SMA Negeri 1 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat menerima total 252 siswa baru yang akan dibagi ke dalam tujuh kelas (masing-masing 36 siswa per kelas).
Isnayati merinci, jalur kelulusan tersebut terdiri atas jalur prestasi sebesar 35 persen atau sebanyak 88 orang dan sisanya diisi melalui jalur zonasi, afirmasi, dan jalur perpindahan orang tua.
"Mungkin nanti bisa melakukan konfirmasi langsung ke Ketua Komite, Bapak Mahrizal," ucap Isnayati.
Kami Tidak Memaksa
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Meulaboh Mahrizal mengaku tidak ada unsur paksaan ataupun desakan terkait pelunasan biaya pakaian seragam bagi siswa baru.
Menurutnya, seluruh kebijakan yang diambil telah melalui forum diskusi resmi dan disepakati bersama dalam notulen rapat yang turut didokumentasikan.
"Pada prinsipnya, komite tidak ada memaksa atau mendesak. Semua ada forum diskusi. Jika memang ada wali murid yang belum memiliki rezeki (biaya), silakan dikoordinasikan kapan bisa diselesaikan. Kita akan bantu atur," ungkapnya.
Mahrizal juga mengklarifikasi simpang siur informasi yang menyatakan bahwa siswa dianggap gugur jika tidak melunasi biaya seragam pada Senin, 18 Mei 2026.
Terkait aturan administrasi tersebut, Komite memisahkan antara ranah prosedur sekolah dan ranah kontribusi komite, diantaranya siswa baru diwajibkan untuk tetap melakukan pendaftaran ulang sesuai jadwal yang ditentukan agar haknya sebagai siswa baru tidak hangus.
Berita Terkait
-
Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Paman dan Keponakan Kompak Bawa 35 Kg Sabu di Tanjung Balai
-
Rindu Terbayar Setelah 10 Tahun, BRI Pertemukan PMI Yuni dengan Ibunya di Taiwan
-
BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Solusi Finansial Digital bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan
-
Perkuat Pencegahan TPPO, Kanwil Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI hingga Polda Dorong Sinergi PIMPASA
-
Film Baby Udon Bikin Warga Medan Haru, Densu Beri Pesan Menyentuh soal Ujian Hidup