Suhardiman
Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:12 WIB
Tangkapan layar aksi pengeroyokan di Pematangsiantar. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang pria berinisial JJS tewas dikeroyok sekelompok orang di Kota Pematangsiantar pada tanggal 29 Mei 2026.
  • Pengeroyokan terjadi akibat pelaku salah sasaran mengira korban adalah rekan dari seniman tato bernama MH.
  • Polisi telah menahan dua tersangka dan kini masih memburu RS sebagai saksi kunci utama peristiwa.

SuaraSumut.id - Video yang memperlihatkan aksi brutal pengeroyokan terhadap seorang pria di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, ramai beredar dan menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak menjadi sasaran kekerasan sekelompok pria hingga akhirnya meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban ternyata bukan orang yang dicari para pelaku. Ia diduga menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa yang berujung maut tersebut.

Dilihat video yang beredar, Jumat, 19 Juni 2026, terlihat kejadian berlangsung di tepi jalan. Sejumlah pria tampak mengerumuni korban dan melancarkan aksi kekerasan secara bergantian.

Korban yang tidak mampu melawan terus menerima tendangan, pukulan, hingga diinjak oleh para pelaku. Beberapa kali tubuhnya terlihat jatuh dan tersungkur ke tanah akibat serangan yang bertubi-tubi.

Video tersebut memicu kecaman luas dari warganet karena memperlihatkan tindakan main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Terkait video tersebut, polisi menyebut peristiwa tragis tersebut bermula dari perselisihan terkait biaya pembuatan tato yang berujung aksi pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 29 Mei 2026.

Awal mula kejadian melibatkan seorang pria berinisial RS yang merasa keberatan dengan biaya tato yang dibuat oleh MH.

"Awalnya ada enam pelaku. RS ini yang pertama kali punya cekcok dengan MH terkait masalah harga tato," kata Sandi kepada SuaraSumut.id, Jumat 19 Juni 2026.

Menurut penyelidikan polisi, RS keberatan karena biaya pembuatan tato yang semula disebut Rp600 ribu dianggap terlalu mahal. Ia menginginkan harga yang lebih rendah.

"Masalahnya karena selisih harga. RS komplain kenapa harus bayar Rp600 ribu. Sementara MH sudah menawarkan untuk mengembalikan uang tersebut dalam waktu satu minggu," ujarnya.

Setelah perselisihan itu, MH dibawa oleh para pelaku ke dalam mobil. Mereka kemudian menuju kawasan Taman Bunga untuk mencari orang yang diduga terkait dengan persoalan tersebut.

Di lokasi itulah, kata Sandi, terjadi kesalahpahaman yang berujung maut. RS diduga salah mengira korban, JJS sebagai teman MH.

"Tanpa melakukan klarifikasi kepada MH, RS langsung mendatangi korban yang saat itu sedang duduk di lokasi. Dia bertanya, 'Kau ikut-ikutan juga?'," ungkap Sandi.

Load More