- Pria berinisial JKK diduga ODGJ tewas setelah dikeroyok warga di Desa Perbesi, Karo, pada Juni 2026 lalu.
- Polisi telah menangkap tersangka berinisial EVSD dan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.
- Tersangka dijerat pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian setelah korban meninggal dunia akibat luka di kepala.
SuaraSumut.id - Pria berinisial JKK (57) diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo.
Atas kejadian ini, polisi telah menangkap satu orang tersangka, sementara kemungkinan keterlibatan pelaku lain masih didalami.
Adapun tersangka yang diamankan, berinisial EVSD (29) pada Jumat 3 Juli 2026 kemarin, di Desa Perbesi setelah sebelumnya sempat menjadi buronan.
Peristiwa bermula pada Sabtu, 30 Juni 2026. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban yang diduga mengalami gangguan kejiwaan mengamuk di sekitar jambur desa dengan membalikkan sejumlah sepeda motor yang terparkir serta melempari rumah warga menggunakan batu.
Dalam situasi tersebut, korban diduga menjadi sasaran aksi pengeroyokan hingga mengalami luka berat, terutama di bagian kepala.
"Korban sempat mendapatkan perawatan medis dan dirujuk ke RSU Kabanjahe, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Hizkia Siagian, Minggu 5 Juli 2026.
Merasa ada kejanggalan atas kematian korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Tigabinanga.
"Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif, termasuk pelaksanaan autopsi terhadap jenazah korban," ujar Kasat.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi keterlibatan EVSD dan langsung melakukan penangkapan.
Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah bambu, kaus putih bertuliskan Hugo, sepasang sandal, serta celana panjang berwarna biru yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.
Hizkia Siagian menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap seseorang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Ia mengimbau masyarakat agar segera menghubungi kepolisian atau memanfaatkan layanan darurat 110 apabila menghadapi situasi serupa, sehingga penanganan dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang.
"Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Pekerja Proyek yang Keroyok Satpol PP di Bulungan Diburu Polisi!
-
Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara
-
Detik-detik Pengurus BEM UI Diserang OTK di Tebet, Kampus Turun Tangan!
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC