- Seorang pria berinisial WA dijatuhi hukuman kerja sosial membersihkan Masjid Jami Al Hidayah karena menelantarkan anak kandungnya di Aceh.
- Kejari Banda Aceh melaksanakan eksekusi pidana kerja sosial selama 100 jam ini sebagai penerapan pertama berdasarkan KUHP baru.
- Hukuman bertujuan memberikan efek jera serta perbaikan perilaku pelaku sebagai bagian dari mekanisme keadilan restoratif bagi masyarakat luas.
SuaraSumut.id - Seorang ayah di Aceh berinisial WA (39) menjalani hukuman kerja sosial 100 jam usai terbukti menelantarkan anak kandungnya.
Pidana kerja sosial dilaksanakan di Masjid Jami Al Hidayah, Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
Eksekusi hukuman tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh. Ini menjadi eksekusi pertama pidana kerja sosial berdasarkan KUHP baru di Indonesia.
"WA dipidana kerja sosial selama 100 jam. Pidana kerja sosial berupa membersihkan masjid. Pelaksanaan pidana kerja sosial tersebut merupakan yang pertama berdasarkan undang-undang KUHP baru," katanya Kepala Kejari Banda Aceh Bobbi Sandri, Selasa, 7 Juli 2026.
Dalam pelaksanaannya, WA bekerja membersihkan lingkungan masjid dengan durasi maksimal lima jam setiap hari. Pidana kerja sosial dilaksanakan maksimal 10 hari dalam sebulan.
Dalam pelaksanaannya, Kejari Banda Aceh bekerja sama dengan pengelola masjid mengawasi pelaksanaan hukum. Pelaksanaan hukuman tidak mengganggu aktivitas terhukum seperti bekerja, sekolah, dan kewajiban lainnya.
Pidana kerja sosial ini merupakan bagian dari mekanisme keadilan restoratif. Di mana, penghukuman tidak hanya pada pemenjaraan, tetapi juga dalam bentuk lainnya.
"Kami berharap pelaksanaan hukuman ini memberi efek jera bagi terhukum serta masyarakat. Pidana kerja sosial ini juga bagian dari introspeksi diri bagi terhukum terhadap perbuatan yang telah dilakukannya," ujar Bobbi.
Sementara itu, Keuchik (kepala desa) Gampong Peurada Musa mengatakan pihaknya akan mengawasi pelaksanaan pidana kerja sosial tersebut. Terhukum bukan warga Gampong Peurada, tetapi tinggal di desa tersebut.
"Pelaksanaan pidana kerja sosial ini merupakan yang pertama di desa kami. Kami tentu mengawasi pelaksanaan hukum ini. Kami berharap ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak melanggar hukum," kata Musa.
Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis WA, seorang ayah yang didakwa menelantarkan anak kandung dengan hukuman pidana kerja sosial selama 100 jam.
Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh Jamaludin mengatakan vonis pidana kerja sosial tersebut merupakan yang pertama di Pengadilan Negeri Banda Aceh sejak berlakunya sistem pemidanaan alternatif dalam KUHP baru.
"Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan. Akan tetapi hukuman tersebut tidak dijalani dalam bentuk pemenjaraan, melainkan diganti dengan pidana kerja sosial selama 100 jam," katanya.
Jamaludin menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penelantaran anak sebagaimana diatur dalam Pasal 76B jo Pasal 77B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
"Dengan penerapan pidana kerja sosial ini, PN Banda Aceh menegaskan penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan upaya pemulihan, perlindungan korban, dan perbaikan perilaku pelaku," kata Jamaludin.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Begini Tanggapan Dokter Anak
-
Identitas Anak Saksi Kasus Kematian Siswa SD Pemalang Tersebar di Medsos, Menteri PPPA Turun Tangan
-
Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus
-
Budget Anak Kos Cuma Rp50 Ribuan! 4 Body Lotion Kojic Acid Ini Bikin Cerah
-
Sebut Kasus ABK KM Maulana 23 Perbudakan Modern, Kemenham Desak Usut Tuntas
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla
-
Palmex Medan 2026 Bidik Transaksi 100 Juta Dolar AS
-
Polda Sumut Periksa Wanita yang Bilang Eks Istri Polisi Dijual ke Wakapolda, Kasus Naik Penyidikan
-
Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat
-
Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Jarak Pandang Menurun