- Riset End Fuel Poverty Coalition mencatat 15 juta warga Britania Raya mengalami gangguan kesehatan akibat gelombang panas ekstrem.
- Dampak kesehatan paling signifikan dirasakan oleh penyandang disabilitas serta kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan kondisi finansial.
- Mayoritas warga Inggris khawatir frekuensi gelombang panas akan semakin meningkat dan parah di masa depan akibat perubahan iklim.
SuaraSumut.id - Gelombang panas yang melanda Britania Raya kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap dampak perubahan iklim.
Tidak hanya menyebabkan suhu udara meningkat tajam, cuaca ekstrem tersebut juga memicu berbagai gangguan kesehatan yang dialami jutaan penduduk.
Berdasarkan riset yang dirilis End Fuel Poverty Coalition, lebih dari 15 juta orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama gelombang panas yang terjadi baru-baru ini.
Di mana 28 persen warga dewasa di Inggris Raya mengaku mengalami gangguan kesehatan akibat gelombang panas.
Selain itu, 47 persen responden dengan kondisi keuangan sulit atau sangat sulit dan 44 persen penyandang disabilitas mengatakan bahwa mereka mengalami gangguan kesehatan akibat suhu yang tinggi, berdasarkan hasil riset tersebut.
Sementara itu, 65 persen warga dewasa di Inggris Raya mengatakan khawatir jika gelombang panas akan menjadi makin sering terjadi dan kian parah di negara tersebut sebagai dampak perubahan iklim.
"Risiko semakin besar bagi rumah tangga yang memiliki ventilasi buruk atau tidak mampu menerapkan langkah-langkah pendinginan pasif. Dan risikonya juga meningkat bagi masyarakat yang tidak mampu menanggung biaya penggunaan kipas angin maupun AC untuk menjaga rumah mereka tetap sejuk," kata koordinator End Fuel Poverty Coalition Simon Francis, melansir Antara, Kamis, 9 Juli 2026.
End Fuel Poverty Coalition yang berbasis di Inggris merupakan koalisi yang beranggotakan lebih dari 100 kelompok kampanye antikemiskinan, kesehatan, perumahan dan lingkungan, lembaga amal, otoritas lokal, serikat pekerja, serta organisasi konsumen.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks
-
Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun
-
Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala
-
Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG
-
BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai
-
5 Cara Mencegah Penularan Influenza A
-
Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan
-
Tren Desain Ruang Kerja: Nyaman dan Dorong Produktivitas Karyawan