Suhardiman
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:16 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison. [ist]
Baca 10 detik
  • Indosat Ooredoo Hutchison mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada semester I 2026.
  • Perusahaan mempercepat transformasi menjadi penyedia teknologi berbasis AI melalui perluasan bisnis AI Cloud yang sukses.
  • Indosat memperkuat infrastruktur jaringan nasional lewat pembentukan PT Infra Fiber Teknologi dan tambahan spektrum frekuensi.

SuaraSumut.id - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat pertumbuhan bisnis dua digit pada semester I 2026, sekaligus mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Sepanjang Januari-Juni 2026, operator seluler ini membukukan pendapatan Rp 30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

EBITDA meningkat lebih tinggi, yakni 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin mencapai 47,6 persen.

Sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setelah dinormalisasi melonjak 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun.

Pertumbuhan itu didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, pencapaian tersebut memperkuat keyakinan perusahaan bahwa strategi transformasi berbasis AI berjalan sesuai rencana.

"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami," katanya.

AI Cloud Jadi Andalan Baru

Perusahaan terus memperluas bisnis AI Cloud Bisnis ini membukukan pendapatan USD 33 juta pada semester pertama, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai USD 28 juta.

Kinerja ini mencerminkan peningkatan permintaan terhadap infrastruktur AI yang berdaulat, sekaligus semakin menegaskan AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru utama Indosat.

Indosat juga menyelesaikan pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.
Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, perusahaan memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mulai menerapkan model bisnis asset-light.

Di sisi infrastruktur, Indosat memperkuat kesiapan jaringan setelah memperoleh tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan total lebar pita 80 MHz.

Perusahaan menilai kebutuhan konektivitas akan terus meningkat seiring semakin luasnya pemanfaatan AI oleh pelanggan maupun sektor industri.

Load More