Suhardiman
Rabu, 29 Juli 2026 | 14:41 WIB
Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kebudayaan dan Kemenpar melalui BPODT meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2026 di Danau Toba.
  • Program tersebut melibatkan enam SMP di tiga kabupaten untuk mendidik siswa seni budaya bersama seniman profesional.
  • Inisiatif ini bertujuan memperkuat tradisi lokal, melestarikan identitas budaya, serta mendukung pariwisata kelas dunia di Danau Toba.

"Program ini bukan sekadar menghadirkan kegiatan berkesenian di sekolah, tetapi menjadi upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya melalui generasi muda. Kami para seniman diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai budaya secara langsung kepada para pelajar," ungkapnya.

Bagi masyarakat Samosir yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Batak, program ini memiliki makna yang sangat penting.

Melestarikan seni budaya berarti menjaga identitas, merawat warisan leluhur, sekaligus memperkuat akar budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

"Kami berharap GSMS dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak generasi muda yang mencintai budaya lokal, bangga terhadap warisan leluhurnya, dan terdorong untuk menjadi pelaku seni serta penerus budaya di masa depan," ujar Charles.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan, I Made Dharma Suteja, mengatakan bahwa Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan ruang interaksi yang mempertemukan seniman dengan sekolah sebagai wadah saling berbagi pengetahuan.

Melalui program tersebut, seniman mentransfer pengetahuan seni kepada peserta didik, sementara guru pendamping membagikan pengalaman pedagogis kepada seniman, sehingga kolaborasi yang terbangun bermuara pada pelestarian seni dan nilai budaya.

Pelaksanaan GSMS pada 2026 mulai memperluas kolaborasi dengan lembaga strategis di luar pemerintah daerah, salah satunya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Kerja sama tersebut, kata Dharma, tidak hanya bertujuan menjaga seni dan nilai budaya tetap hidup, tetapi juga memperkuat peran seniman lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba.

"Kami berharap kolaborasi yang telah dimulai pada tahun ini dapat terus berlanjut. Dengan begitu, beberapa tahun ke depan Danau Toba tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kehangatan masyarakatnya, semarak keseniannya, dan kekayaan budayanya yang membuat wisatawan ingin kembali berkunjung," tukasnya.

Load More