- BNNP Sumut membongkar industri rumahan pod narkoba jaringan internasional di Medan dan Deli Serdang.
- Petugas menangkap empat tersangka berinisial T, J, A, dan S serta menyita ratusan cartridge berisi etomidate.
- Para pelaku menjalankan praktik ilegal selama tiga bulan dengan melayani sistem pemesanan Cash on Delivery.
SuaraSumut.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) membongkar praktik home industri pod vape narkoba atau pod getar jaringan internasional yang beroperasi di Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Dalam pengungkapan kasus ini, petugas menangkap empat tersangka berinisial T, J, A, dan S, serta menyita 256 cartridge (catridge) berisi cairan etomidate yang siap diedarkan.
Kepala BNNP Sumut Brigjen Tatar Nugroho mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan seorang pengguna pod vape yang diketahui baru selesai mengonsumsi cairan mengandung etomidate.
"Dari situ kami lakukan pemeriksaan dan pengembangan. Setelah kami telusuri, kami berhasil menemukan penjualnya. Pengembangan terus dilakukan hingga akhirnya mengarah kepada pelaku yang memproduksi atau pembuatnya," katanya, Jumat 31 Juli 2026.
Tersangka T diamankan di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, pada Rabu 29 Juli 2026. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 3 tersangka lainnya yakni J, A, dan S (berperan sebagai kurir).
Tatar menjelaskan BNNP Sumut juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka T di Jalan Jati Gang Mawar, Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, serta rumah tersangka J di Jalan Punak, Kota Medan.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan ratusan cartridge yang telah diisi cairan etomidate beserta sejumlah peralatan yang digunakan untuk meracik isi pod vape.
Menurut Tatar, para pelaku menjalankan usaha ilegal tersebut layaknya industri rumahan. Selain memproduksi sendiri, mereka juga melayani pesanan dengan sistem Cash on Delivery (COD).
"Produsen ini memiliki alat suntik untuk mengisi cartridge sesuai pesanan. Selain membuat di rumah dan memasarkannya, mereka juga mengantarkan langsung kepada pembeli. Sistemnya COD, diantar ke apartemen atau hotel," katanya.
Tatar menjelaskan, proses yang dilakukan bukan sekadar mengisi ulang pod vape biasa. Para pelaku mengisi cartridge dengan cairan yang mengandung etomidate, obat anestesi yang penyalahgunaannya dapat membahayakan kesehatan.
"Yang dilakukan bukan refill biasa, tetapi isinya etomidate," tegasnya.
Dari hasil penggerebekan di beberapa lokasi, petugas menyita 256 cartridge berisi etomidate yang diduga siap diedarkan kepada para pelanggan.
BNNP Sumut juga menduga jaringan peredaran bahan baku cairan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, bahan baku diduga dikirim dari Kamboja.
"Kami masih berkoordinasi dengan BNN pusat untuk mengembangkan kasus ini. Kami akan mencoba mengungkap jaringan yang berada di luar negeri, karena berdasarkan pengakuan tersangka, bahan bakunya berasal dari Kamboja," ungkap Brigjen Tatar.
Dari pemeriksaan, lanjut Kepala BNNP Sumut menjelaskan para tersangka sudah 3 bulan lamanya menjalankan praktik home industri pod getar sistem COD selama 3 bulan lamanya.
Berita Terkait
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif
-
2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi
-
Hujan di Simalungun Bikin Motor Terseret Arus, Ratusan Rumah Kebanjiran
-
Duel Berdarah di Karo Renggut 2 Korban Jiwa, Polisi Selidiki
-
BNNP Sumut Bongkar Home Industri Pod Getar di Medan, Bisa Pesan Lewat COD