- Polrestabes Medan menangkap dua tersangka berinisial WP dan S yang merampok serta menganiaya korban pada 30 Juli 2026.
- Komplotan tersebut menjebak korbannya melalui aplikasi kencan Grindr di sebuah rumah wilayah Medan Perjuangan untuk melakukan pemerasan.
- Sindikat ini diduga telah beraksi di puluhan lokasi di Medan dan polisi masih memburu pelaku lainnya.
SuaraSumut.id - Polisi membongkar sindikat perampok yang diduga menjebak korbannya melalui aplikasi kencan sesama jenis, Grindr.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua pelaku dan menduga komplotan itu telah beraksi di puluhan lokasi di Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan kedua pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial WP (28) dan S (31). Keduanya ditangkap dalam operasi yang dilakukan Tim Khusus JCS bersama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan.
Ia menjelaskan kasus ini bermula dari laporan seorang korban yang datang ke sebuah rumah di Jalan Pimpinan Gang Mawar, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Kamis (30/7/2026), untuk menemui seseorang yang dikenalnya melalui aplikasi Grindr.
Namun, sesaat setelah bertemu, korban didatangi sekelompok orang yang menuduhnya sebagai pengedar narkoba. Tak hanya itu, korban juga dituduh hendak melakukan hubungan sesama jenis sambil direkam dan diancam akan diarak keliling kampung.
Dalam kondisi tertekan, korban diduga dianiaya hingga mengalami sejumlah luka. Para pelaku kemudian merampas satu unit iPhone 15 serta uang tunai Rp350 ribu milik korban.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, tim berhasil mengidentifikasi para pelaku dan melakukan penangkapan terhadap dua orang yang diduga terlibat. Sementara beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran," kata Adrian kepada SuaraSumut.id, Selasa 4 Agustus 2026
Pelaku pertama, kata Kasat, ditangkap pada Sabtu (1/8/2026) dini hari. Dari hasil interogasi, ia mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut bersama sejumlah rekannya.
Selanjutnya, masih Adrian menjelaskan, pada Minggu (2/8/2026) malam, polisi kembali menangkap pelaku lainnya.
Saat dilakukan pengembangan, pelaku disebut berusaha melawan dan melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur sebelum membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari pemeriksaan, polisi menduga sindikat tersebut telah menjalankan modus serupa di banyak lokasi.
"Salah satu pelaku bahkan mengaku baru bergabung pada Juni 2026, namun telah ikut dalam 21 aksi di sejumlah rumah sewa yang dijadikan lokasi penjebakan korban," katanya.
Selain merampas telepon genggam dan uang tunai, pelaku juga diduga menggunakan data pribadi korban untuk mengajukan pinjaman online hingga puluhan juta rupiah.
AKBP Adrian mengungkapkan penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut karena diduga jumlah tempat kejadian perkara (TKP) mencapai sekitar 30 lokasi. Polisi juga masih memburu sejumlah anggota komplotan yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Dalam pengungkapan ini, lanjutnya menerangkan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi dan uang tunai sebesar Rp1,7 juta.
Berita Terkait
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai