- Angin puting beliung menerjang 12 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 11 Agustus 2026.
- Bencana alam tersebut melanda 33 desa serta berdampak pada 108 unit rumah dan 8 fasilitas umum.
- BPBD Deli Serdang mengerahkan tim untuk melakukan pendataan lapangan serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
SuaraSumut.id - Bencana angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa malam, 11 Agustus 2026.
"(Bencana angin puting beliung) terjadi di sebagian wilayah (pada Selasa malam), di Batang Kuis, Pantai Labu," ujar Sekretaris BPBD Deli Serdang, Abhan Yusmar Pulungan, ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan terhitung sejak tanggal 1 hingga 12 Agustus 2026, angin kencang menerjang sedikitnya 12 kecamatan dan menyebabkan ratusan rumah serta sejumlah fasilitas umum terdampak. Kerusakan umumnya terjadi pada atap bangunan.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Deli Serdang, tercatat 33 desa terdampak akibat kejadian tersebut.
“Untuk sementara, ada 33 desa yang terdampak,” kata Abhan.
Dari data sementara tersebut, sebanyak 108 unit rumah dilaporkan terdampak. Selain itu, bencana juga berdampak terhadap 2.076 kepala keluarga (KK) dengan total 221 jiwa.
Tak hanya permukiman warga, sebanyak 8 unit fasilitas pemerintah maupun fasilitas umum juga tercatat mengalami dampak akibat terjangan angin puting beliung.
Wilayah yang terdampak, lanjut Subhan menjelaskan tersebar cukup luas. BPBD mencatat kejadian terjadi di Kecamatan Sunggal, Pagar Merbau, Percut Sei Tuan, Beringin, Galang, Pantai Labu.
Kemudian di Kecamatan STM Hulu, Biru-Biru, Lubuk Pakam, Gunung Meriah, Tanjung Morawa, dan Batang Kuis.
Subhan mengatakan hingga hari ini, pendataan di lapangan masih dilakukan untuk memastikan seluruh dampak yang ditimbulkan bencana.
"Saat ini tim masih turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga yang terdampak,” ujarnya.
BPBD Deli Serdang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat kembali terjadi.
Masyarakat diminta segera mencari tempat yang aman apabila terjadi angin kencang serta menghindari berada di bawah pohon, bangunan atau struktur yang berpotensi roboh.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
-
Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia
-
Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Puting Beliung Terjang 33 Desa di Deli Serdang, 108 Rumah Terdampak
-
Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal
-
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas
-
Buntut Kematian Winda Lorenza, Mantan Suami Dipatsus Propam Polda Sumut
-
Seukuran Paspor dan Bobot 201 Gram, Galaxy Z Fold8 Terasa Lebih Praktis Dibawa