- Bocah berinisial AGP ditemukan warga di Dairi dengan luka-luka akibat disiksa oleh bibinya berinisial RS.
- Polres Dairi menangkap pelaku RS dan mengamankan dua korban anak untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.
- Pelaku berinisial RS mengaku melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua korban karena dipicu oleh tekanan faktor ekonomi.
Saat ini RS sudah dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara itu dua bocah tersebut sudah mendapat perawatan medis di RSUD Sidikalang.
Diduga Himpitan Ekonomi
Dari pemeriksaan, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua bocah karena faktor himpitan ekonomi.
"Selama 5 tahun diasuh dengan janji setiap minggu diberi Rp500 , kemungkinan sendat jadi segala tingkah laku si anak terlihat salah sedikit langsung dipukul," ungkapnya.
Terhadap tersangka polisi menjeratnya dengan Pasal 35 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
Sementara tersangka RS mengakui dirinya gelap mata melakukan kekerasan terhadap kedua bocah karena adanya tekanan ekonomi.
"Satu pak karena tekanan hidup ini pak, saya yang memikirkan semuanya, kedua karena nakal pak," kata wanita tersebut di hadapan polisi.
RS pun mengaku menyesal telah melakukan kekerasan terhadap bocah tersebut hingga babak belur.
"Tak terkatakanlah lagi lah pak bagaimana tekanan hidup ini, jadi kalau dia buat salah apa yang ada (benda apapun) disamping (jadi pelampiasan ke korban). Sebenarnya saya sayang sama dia pak," katanya.
Baca Juga: Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
-
Enam Penghargaan Internasional Diraih BRI Group, Kinerja hingga Transformasi Jadi Sorotan
-
Transaksi Qlola Capai Rp8.799 Triliun, BRI Perkenalkan Tampilan Baru
-
Imigrasi Sumut Tingkatkan Pengawasan Sampai ke Desa, Pimpasa Jadi Garda Pencegahan TPPO dan TPPM