Suhardiman
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:39 WIB
Polisi mengamankan wanita yang aniaya bocah hingga viral di Dairi. [Dok Polres Dairi]
Baca 10 detik
  • Bocah berinisial AGP ditemukan warga di Dairi dengan luka-luka akibat disiksa oleh bibinya berinisial RS.
  • Polres Dairi menangkap pelaku RS dan mengamankan dua korban anak untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.
  • Pelaku berinisial RS mengaku melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua korban karena dipicu oleh tekanan faktor ekonomi.

SuaraSumut.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang ditemukan masyarakat dengan kondisi penuh luka, viral di media sosial.

Bocah berinisial AGP itu diduga menjadi korban kekerasan wanita yang dipanggil 'Mak Tua' atau bibi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam video tersebut, AGP tampak memberikan keterangan kepada warga yang menemukannya di Jalan Merdeka tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.

Ia mengaku ayahnya sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba, sementara keberadaan ibunya tidak diketahuinya.

Dengan polos, AGP juga mengungkapkan bahwa dirinya diduga mengalami perlakuan kasar oleh wanita yang mengasuhnya tersebut.

“Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini,” ujar AGP dalam video yang beredar.

Informasi yang beredar menyebutkan, wanita yang diduga melakukan kekerasan terhadap AGP sebelumnya disebut sebagai Mak Tua atau bibinya sendiri.

Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perhatian publik. Banyak warganet berharap kasus yang dialami bocah tersebut segera mendapat penanganan serta perlindungan dari pihak berwenang.

Personel Polres Dairi bersama dengan UPT Dinas PPA Kabupaten Dairi kemudian bergerak cepat menindaklanjuti video viral tersebut.

Baca Juga: Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, saat ini kondisi AGP sedang dalam penanganan tim medis di RSUD, sembari dipantau selama proses penyembuhannya.

"Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil," katanya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan hasil pendekatan secara intens, AGP menceritakan bahwa wanita RS tersebut merupakan 'Mak tua' (bibi) dari AGP, dan diduga kerap mendapat tindakan kekerasan fisik.

"RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya, " ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan visum, terdapat luka pada bagian bibir, luka lebam pada bagian tangan kiri serta terdapat luka yang sudah bernanah, dan kaki kanan juga terdapat luka yang sudah bernanah.

Dari keterangan AGP pula, diketahui bahwa sang adik berinisial AP (6) juga mengalami luka - luka yang disebabkan oleh RS. Sehingga, terdapat 2 korban dalam kasus tersebut.

Load More