Suhardiman
Selasa, 22 September 2026 | 13:47 WIB
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Siatasbarita, (ANTARA/HO)
Baca 10 detik
  • Kepala BPBD Tohom Silaban menyatakan angin puting beliung merusak 29 rumah warga di Taput pada Senin (21/9/2026).
  • Bencana alam tersebut melanda tiga wilayah desa berbeda, yakni Desa Sitompul, Pansurnapitu, dan Sakkaran.
  • BPBD Taput langsung mengerahkan petugas untuk melakukan penanganan evakuasi serta pendataan dampak kerusakan rumah warga.

SuaraSumut.id - Hujan lebat disertai angin kencang membuat sedikitnya 29 rumah warga di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, rusak.

Kepala BPBD Tapanuli Utara Tohom Silaban mengatakan, bencana tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Hal ini berdampak pada tiga desa, yakni Desa Sitompul, Pansurnapitu dan Sakkaran.

"Data sementara, sebanyak 29 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan ringan, sedang hingga berat. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah yang terbuat dari seng karena tiupan angin serta tertimpa pohon tumbang," kata Tohom, Selasa (22/9/2026).

Ia merinci, 16 rumah mengalami kerusakan di Desa Pansurnapitu dan 12 rumah lainnya di Desa Sitompul.

Sementara di Desa Sakkaran, satu rumah milik Mangala P Panggabean mengalami kerusakan sedang setelah tertimpa rimbunan pohon bambu.

Pihaknya melakukan penanganan terhadap rumah terdampak, termasuk menggunakan mesin pemotong (chainsaw) untuk mengevakuasi pohon bambu yang menimpa rumah warga.

"Data ini masih merupakan data awal dan masih dapat berubah apabila ada laporan tambahan dari warga yang terdampak," katanya.

Selain bencana angin kencang, BPBD Taput juga menerima laporan kebakaran rumah di Desa Sidua Bahal, Kecamatan Purbatua, pada Selasa (22/9).

Kebakaran tersebut menimpa rumah milik Linggom Silitonga (57) dan Tamaria Silitonga (64). Peristiwa itu menimbulkan kerugian materi, namun tidak menyebabkan korban jiwa.

BPBD Taput masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian akibat kedua peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan warga terdampak.

Load More