- Kompolnas mendalami kematian mantan istri polisi, Winda Lorenza Gowasa, yang ditemukan tewas dengan luka tembak di Medan pada 2 Agustus 2026.
- Kompolnas menyatakan penanganan perkara oleh kepolisian dari aspek administrasi dan substansi telah berjalan dengan baik serta logis.
- Hasil penelaahan Kompolnas menunjukkan luka pada tubuh korban adalah luka tembak tanpa adanya temuan luka lain sejauh ini.
SuaraSumut.id - Kompolnas turun menindaklanjuti penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri anggota polisi yang meninggal dunia akibat luka tembak.
Kompolnas turun ke Medan melakukan pendalaman secara menyeluruh atas kasus kematian Winda Lorenza Gowasa. Lantas, apa hasil pendalaman yang dilakukan Kompolnas terkait kematian eks istri polisi?
Komisioner Kompolnas M Choirul Anam mengatakan, pihaknya melihat penanganan perkara tersebut dari dua aspek, yakni administrasi dan substansi.
Dari sisi administrasi, Kompolnas menilai tahapan serta alur penanganan perkara yang dilakukan kepolisian telah berjalan dengan cukup baik berdasarkan temuan yang diperoleh.
"Konteks administrasi, alur peristiwanya, dengan berbagai administrasinya, saya kira dilakukan dengan cukup baik," kata Choirul Anam di Polrestabes Medan, Rabu 23 September 2026.
Sementara dari sisi substansi, kata dia, Kompolnas mencermati kesesuaian antara berbagai komunikasi yang berkaitan dengan almarhumah, keluarga, hingga pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Menurut Anam, rekam jejak digital dan komunikasi yang ada turut menjadi bagian penting dalam membantu memperjelas konstruksi peristiwa.
"Komunikasi IH dengan almarhum, IH dengan keluarga almarhum, atau almarhum berkomunikasi dengan keluarga, terus komunikasi yang terekam dalam rekam jejak digital, itu menjadi sesuatu yang membuat peristiwanya terang benderang," katanya.
Kompolnas juga mencermati kondisi fisik dan mental serta sejumlah percakapan yang berkaitan dengan kebutuhan uang dan hal lainnya.
Seluruh informasi tersebut kemudian dibandingkan dengan keterangan para saksi dan alur komunikasi yang terjadi menjelang peristiwa kematian.
Anam mengatakan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, konstruksi peristiwa yang disampaikan dari satu saksi dengan saksi lainnya dinilai memiliki keterkaitan dengan rekam percakapan dan rangkaian kejadian.
"Konstruksi peristiwa dan logika peristiwanya memiliki konstruksi peristiwa yang logis. Kecuali memang ada alat bukti yang lain," ujarnya.
Selain itu, Kompolnas turut mencermati kondisi korban sebelum dan setelah dilakukan autopsi, termasuk temuan luka pada tubuh korban.
Menurut Anam, berdasarkan informasi yang ditelaah, luka yang ditemukan berkaitan dengan luka tembak dan tidak ditemukan luka lain yang menjadi bagian dari konstruksi peristiwa tersebut.
Belum Ada Bukti Lain
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia
-
Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar
-
Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas
-
Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma
-
Serda AMF Tewas Dianiaya, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Terancam 9 Tahun Penjara
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Viral Kepala SPPG Tebingtinggi Diciduk Istri Diduga Bareng Wanita Lain, Dilaporkan ke KPPG-Polisi
-
BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda
-
Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding
-
2 Pegawai SPPG di Tulungagung Pakai Sabu, Satu Direhabilitasi-Satu Diproses Hukum
-
Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia