- Bursa kripto Bitget mengalami pembobolan hot wallet yang mengakibatkan kerugian dana sekitar US$351,6 juta pada 24 September 2026.
- Bitget menanggapi insiden tersebut dengan mengaktifkan prosedur darurat, mengamankan cold wallet, serta menghentikan sementara layanan penarikan dana.
- Pengamat Vinsensius Sitepu menyatakan insiden ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem keamanan infrastruktur dan transparansi investigasi mendalam bagi industri kripto.
“Protection fund memberikan lapisan perlindungan finansial bagi pengguna, tetapi pertanyaan mengenai bagaimana serangan terjadi tetap harus dijawab. Industri membutuhkan laporan forensik yang cukup terbuka sehingga bursa lain dapat belajar dari insiden ini dan menutup celah serupa sebelum dimanfaatkan oleh pelaku lain,” ujar Vinsensius.
Vinsensius menilai pengguna aset kripto juga perlu melihat kasus tersebut sebagai pengingat tentang risiko menyimpan seluruh aset dalam satu platform terpusat.
Menurutnya, pengguna yang aktif melakukan perdagangan memang membutuhkan likuiditas di bursa, tetapi aset yang tidak digunakan untuk aktivitas transaksi jangka pendek dapat dipertimbangkan untuk disimpan dengan pendekatan yang lebih terdiversifikasi sesuai pemahaman dan kemampuan masing-masing pengguna dalam mengelola keamanan aset digital.
“Kasus seperti ini kembali menunjukkan prinsip lama dalam industri kripto: keamanan bukan sebuah produk sekali jadi, melainkan proses yang harus terus diuji. Bursa bisa memiliki teknologi yang sangat maju, tetapi pelaku serangan juga terus meningkatkan kemampuannya,” katanya.
Vinsensius berharap Bitget segera mempublikasikan laporan investigasi yang komprehensif agar pengguna, pelaku industri, dan komunitas keamanan siber memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai insiden tersebut.
“Yang paling dibutuhkan publik sekarang adalah transparansi. Berapa kerugian finalnya, bagaimana modus serangannya, sistem mana yang dikompromikan, berapa dana yang berhasil dipulihkan, dan perubahan apa yang dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang nantinya menentukan bagaimana kepercayaan pasar dipulihkan," katanya.
Berita Terkait
-
Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis
-
Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun
-
Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?
-
Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini
-
Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
-
5 Hal yang Bikin Tikus Betah di Rumah, Bukan Cuma Sisa Makanan
-
7 Film Komedi Indonesia yang Bikin Ngakak, Cocok Ditonton Saat Suntuk
-
Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas
-
Pria di Medan Tewas Ditikam Gegara Rebutan Remot TV Warkop